Lagu daerah sering kali menjadi media untuk menyampaikan nilai budaya dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu lagu yang cukup dikenal di Kalimantan Selatan adalah Baras Kuning.
Lagu yang dikenal dari daerah Banjar ini, judulnya merujuk pada beras yang diwarnai kuning. Simak berikut lirik lagu Baras Kuning beserta maknanya, untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerah Banjar.
Lirik dan Makna Lagu Baras Kuning
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagu Baras Kuning diciptakan oleh Dino Sirajudin dan mendiang Rasni Darusman. Dalam akun instagram resmi Dino, @dinosirajudin, disebutkan lagu dibuat untuk mengikuti lomba cipta lagu Banjar tahun 80-an.
Kala itu, sedang dilaksanakan perayaan hari jadi kotamadya Banjarmasin. Lagu ini kemudian populer di masyarakat berdasarkan rekaman audio tahun 80-an yang diproduksi oleh mendiang Anang Ardiansyah dalam album Latinia Lagu-Lagu Banjar.
Lagu ini cukup populer, banyak dinyanyikan dalam kegiatan apapun di Kalimantan Selatan. Makna pada judul adalah menggambarkan beras diwarnai dengan kunyit, menjadi beras berwarna kuning yang kerap hadir untuk syukuran.
Lagu ini menceritakan seseorang yang ditinggalkan kekasihnya untuk merantau, kemudian si penyanyi meminta agar kekasihnya segera pulang. Ia akan menyambut kehadirannya dengan beras kuning di depan pintu. Berikut liriknya:
Yu ka, bulik pang satumat, bulik pang satumat
Lawasnya ulun mahadang
Pian maninggal ngakan
Kampung halaman, Kapapurunan
Yu ka, bulik pang damini, bulik pang damini
Ulun ba sakit hati
Pian nang ulun tangisi
Kada sakira diri ulun marista
Pian datang ulun sambut lawan mayang
Ulun hamburi baras, si baras kuning
Kur sumangat di muhara lawang
Kur sumangat di muhara lawang
Nah, itulah tadi lirik lagu Baras Kuning dari Banjar. Semoga membantu!
(aau/aau)
