detikers pernah mendengar cerita tentang asal-usul orang Banjar dan Dayak Meratus? Di Pulau Kalimantan hidup beragam suku bangsa dengan cerita yang khas dari masing-masing suku.
Di Kalimantan Selatan, ada satu legenda yang terkenal dan sampai saat ini masih hangat diceritakan, yaitu kisah Datu Ayuh dan Bambang Siwarah. Bukan cerita rakyat biasa, legenda ini dipercaya menjadi penjelas hubungan kekerabatan antara Suku Banjar dan Dayak Meratus.
Bahkan, banyak yang meyakini kisah inilah yang menjadi salah satu akar terbentuknya komunitas Banjar di wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Banjarmasin dan sekitarnya.
Lalu, bagaimana sebenarnya kisah mereka? Yuk, kita simak kisahnya seperti yang tercantum dalam buku 366 Cerita Rakyat Nusantara.
Datu Ayuh, Bambang Siwarah, dan Terbentuknya Banjar
1. Dua Bersaudara
Dalam mitologi Suku Dayak Meratus atau sering disebut juga Suku Bukit, diceritakan bahwa nenek moyang orang Banjar dan orang Bukit berasal dari dua saudara kandung bernama Si Ayuh (juga disebut Datung Ayuh, Dayuhan, atau Sandayuhan) dan Bambang Siwarah (Bambang Basiwara).
Menurut kisah tersebut, Ayuh adalah kakak yang bertubuh kuat dan dikenal sebagai sosok tangguh. Sementara Bambang digambarkan berfisik lebih lemah, tetapi memiliki kecerdasan dan kecakapan berpikir yang menonjol. Perbedaan karakter inilah yang kemudian menentukan arah hidup dan keturunan mereka.
Konon, kedua bersaudara ini diturunkan dari alam Patilarahan oleh Ning Bahatara untuk menjalani kehidupan sebagai manusia di dunia. Tempat mereka pertama kali menginjakkan kaki diyakini berada di Batu Bintihan, di sebelah barat Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.
(sun/bai)