Langkah Emas Raih Kemenangan

Basambang, Istilah Ngabuburit di Kalimantan Selatan

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Jumat, 27 Feb 2026 08:01 WIB
Ilustrasi basambang di gazebo Taman Kelayan, Banjarmasin. Foto: detik
Banjarmasin -

Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat muslim biasanya memiliki tradisi khas untuk mengisi waktu sore hari yang biasa disebut ngabuburit. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ngabuburit dirujuk dari kata mengabuburit, artinya menunggu azan magrib jelang berbuka puasa pada waktu Ramadan.

Istilah ngabuburit yang populer di Indonesia ini sejatinya diambil dari Bahasa Sunda. Budayawan sekaligus Ketua Lembaga Budaya Sunda (LBS) Universitas Pasundan (Unpas), Hawe Setiawan menyebut ngabuburit berasal dari kata dasar burit yang berarti sore atau petang.

"Istilah ngabuburit itu dari Bahasa Sunda. Burit itu berarti sore atau petang, di antara siang dan malam. Kata ngabuburit berarti melakukan kegiatan untuk mengisi waktu seraya menyongsong tibanya sore hari," katanya dikutip dari detikJabar.

Namun di Kalimantan Selatan, khususnya dalam bahasa Banjar, ngabuburit biasa disebut basambang. Istilah ini menjadi bagian dari kekayaan bahasa dan budaya Banjar yang lekat dengan suasana Ramadan.

Basambang artinya aktivitas menunggu azan magrib berkumandang. Di dalamnya terkandung makna kebersamaan, kebudayaan, sekaligus identitas lokal masyarakat Banjar. Kata ini lahir dari akar bahasa yang menggambarkan suasana langit jingga saat senja, momen yang identik dengan detik-detik menjelang berbuka puasa.

Mengenal Istilah Basambang

Dilansir dari laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2018 KBBI sudah memasukkan kata 'ngabuburit' serapan dari bahasa Sunda yang berarti menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan.

Sementara dirangkum dari laman LP2M UIN Antasari dan literatur di media sosial lainnya, istilah basambang belum lama ini dikenalkan oleh para budayawan Kalimantan Selatan.

Basambang memiliki makna yang sama dengan ngabuburit, yaitu menunggu azan magrib, terutama saat Ramadan. Basambang merujuk pada kegiatan berjalan-jalan atau bersantai di waktu senja menjelang berbuka.

Dr Mukhlis Maman dkk lah yang memperkenalkan kata basambang, diambil dari istilah sambang-simambang, artinya menunggu langit berwarna jingga waktu senja. Usulan kata ini datang dari kegelisahan orang Banjar yang merasa kurang nyaman mendengar kata ngabuburit.

Terdapat perbedaan arti 'burit' dalam bahasa daerah di Kalimantan. Dalam bahasa Banjar, burit memiliki arti pantat. Sehingga sastrawan Banjar berusaha menggali lagi kekayaan kosakata bahasa Banjar, dan ditemukanlah istilah basambang.

Sekadar diketahui, Bahasa Banjar adalah bahasa daerah khas masyarakat Suku Banjar. Penuturnya tidak hanya dituturkan oleh suku Banjar, tetapi juga oleh suku Dayak, Riau, Jambi dan sejumlah daerah di pesisir Sumatera.




(aau/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork