Mengapa Valentine Identik dengan Cokelat? Begini Sejarahnya

Mengapa Valentine Identik dengan Cokelat? Begini Sejarahnya

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Sabtu, 14 Feb 2026 08:00 WIB
7 Jenis Cokelat Valentine di Jepang, Ada Cokelat Khusus Diri Sendiri!
Ilustrasi cokelat. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock
Balikpapan -

Setiap tanggal 14 Februari, toko-toko di seluruh dunia dipenuhi dengan kotak-kotak berbentuk hati yang berisi cokelat. Padahal pada masa awal adanya perayaan Valentine, belum ada tradisi berbagi cokelat.

Konon tradisi ini baru ada pada abad ke-19 dengan beberapa macam alasan. Bukan sekadar romantis-romantisan, tetapi ada juga alasan marketing modern yang hingga kini masih dijalankan.

Berikut adalah uraian sejarah mengapa kasih sayang atau khususnya Hari Valentine identik dengan cokelat, mulai dari kepercayaan ritual, strategi pemasaran, hingga sains.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ritual Pernikahan Suku Maya dan Aztec

Jauh sebelum dikenal sebagai makanan batangan manis seperti yang kita kenal sekarang, dulunya cokelat digunakan sebagai minuman. Dilansir dari Cocoa & Fusion, suku Maya dan Aztec di Amerika Tengah juga menganggapnya sebagai 'makanan para dewa'.

Suku tersebut mengonsumsinya sebagai minuman pahit yang dicampur dengan rempah-rempah, yang disebut xocolatl. Bagi peradaban ini, kakao adalah komoditas yang sangat berharga, bahkan digunakan sebagai mata uang.

Suku Maya adalah yang pertama kali mengaitkan cokelat dengan cinta secara formal. Dalam ritual pernikahan suku Maya, pengantin pria dan wanita akan saling bertukar sorotan kakao atau meminum cokelat sebagai simbol penyatuan hubungan mereka.

Sebagai Afrodisiak Legendaris

Kisah lainnya, ketika penjelajah Spanyol membawa cokelat ke Eropa pada abad ke-16, mereka juga membawa serta legenda tentang khasiatnya. Di dunia baru, cokelat mendapatkan reputasi sebagai afrodisiak yang kuat alias obat perangsang seksual.

Dikutip dari Smithsonian Magazine, salah satu kisah paling terkenal melibatkan Kaisar Aztec, Montezuma II. Ia dikabarkan meminum hingga 50 cangkir cokelat setiap hari untuk meningkatkan stamina dan gairah romantisnya sebelum mengunjungi para selirnya.

Reputasi ini menyebar di kalangan elit Eropa. Tokoh sejarah seperti Giacomo Casanova, sang penakluk hati dari Venesia, bahkan menyebut cokelat sebagai 'elixir cinta' dan lebih memilihnya dibandingkan sampanye.

Revolusi Pemasaran Richard Cadbury

Meskipun sejarah kuno memberikan dasar simbolis, tradisi memberikan sekotak cokelat pada Hari Valentine sebenarnya diciptakan pada era Victoria di Inggris. Pada pertengahan abad ke-19, Hari Valentine mulai dikomersialkan, dan masyarakat kelas atas gemar bertukar kartu ucapan.

Berdasarkan Northeastern Global News, pada 1861 ketika Richard Cadbury, dari keluarga pembuat cokelat ternama di Inggris, melihat peluang emas. Ia baru saja menemukan teknik untuk mengekstraksi cocoa butter (lemak kakao) murni, yang memungkinkan ia memproduksi cokelat yang tidak hanya diminum.

Untuk memasarkan makanan cokelat ini, Richard Cadbury merancang kotak-kotak indah yang dihiasi dengan gambar Cupid dan bunga mawar. Inovasi terbesarnya adalah kotak cokelat berbentuk hati pertama.

Cadbury memasarkan kotak-kotak ini dengan fungsi ganda. Setelah semua cokelatnya dimakan, kotak yang indah tersebut bisa digunakan sebagai tempat perhiasan atau tempat menyimpan surat-surat cinta. Siapa sangka ide ini jadi tradisi turun temurun hingga hari ini.

Sains di Balik Cokelat

Sains modern memberikan sedikit dukungan mengapa cokelat bisa dikaitkan dengan cinta atau kasih sayang. Dijelaskan dalam situs Santa Barbara Chocolate, cokelat mengandung phenylethylamine, sebuah senyawa kimia yang merangsang otak manusia dengan cara yang mirip dengan saat seseorang sedang jatuh cinta.

Selain itu, kandungan tryptophan dalam cokelat membantu otak memproduksi serotonin, neurotransmitter yang menciptakan perasaan bahagia dan nyaman. Meskipun jumlah zat ini dalam cokelat mungkin terlalu kecil untuk memberikan efek afrodisiak yang nyata secara medis, efek psikologis dari menikmati cokelat adalah memberikan kenikmatan yang memanjakan.

Nah, dari penjelasan di atas kita tahu cokelat yang awalnya dibuat minuman berubah menjadi simbol kasih sayang, hingga akhirnya dikomersialkan sebagai makanan khas Hari Valentine.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads