Bantuan sosial untuk 54.636 penerima bantuan pangan (PBP) di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) periode alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 mulai dibagikan. Namun penyalurannya terkendala keterbatasan armada hingga antrean solar yang membuat distribusi ke sejumlah titik menjadi lebih lambat.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara Musadzin Said mengatakan penyaluran bantuan harus dilakukan dalam waktu yang relatif terbatas. Sementara kebutuhan armada cukup tinggi lantaran distribusi dilakukan hingga ke kelurahan.
"Memang kendala utama kami adalah armada. Apalagi bahan bakar solar saat ini antreannya cukup panjang sehingga memperlambat kecepatan kami dalam mendistribusikan ke titik-titik, utamanya di kelurahan," ujar Musadzin kepada detikKalimantan, Selasa (22/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulog pun masih mengupayakan penambahan armada untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan. Terlebih Bulog Cabang Samarinda memiliki wilayah layanan yang mencakup sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim.
"Mudah-mudahan ada tambahan armada agar bisa lebih mempercepat pendistribusian pangan ini," harapnya.
Musadzin mengatakan khusus Samarinda terdapat 54.636 PBP yang menerima bantuan untuk tiga bulan. Penyaluran dilakukan melalui sejumlah kelurahan, salah satunya Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang yang memiliki 1.491 penerima.
Selain bantuan pangan, Bulog juga menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada mitra distribusi. Program tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan sekaligus mengendalikan harga beras di tengah tren kenaikan harga.
"Program tersebut merupakan salah satu upaya menjaga pasokan sekaligus mengendalikan harga beras di tengah tren kenaikan harga," jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Kaltim Sarifah Suraidah Mas'ud mengatakan total penerima bantuan pangan di Kaltim mencapai 272.550 PBP. Dia juga memastikan stok beras Bulog masih mencukupi hingga 2027.
"Untuk Samarinda jumlahnya 54.636 PBP, seluruh Kaltim itu berjumlah 272.550 PBP. Jadi Bapak Ibu semua, khususnya warga Samarinda, tidak usah khawatir. Stok beras kita yang ada di Bulog itu masih aman sampai 2027," ucap Sarifah.
Sarifah turut meminta penyaluran bantuan dilakukan secara teliti agar seluruh bantuan sampai kepada penerima yang telah ditetapkan. Ketepatan penerima menjadi salah satu hal yang menurutnya perlu diperhatikan dalam proses distribusi.
"Teruslah bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur dan teliti agar setiap bantuan itu sampai tepat kepada sasaran," katanya.
Lurah Loa Bakung Yeti mengatakan penyaluran bantuan di wilayahnya dilakukan secara bertahap. Sebab, penerima tersebar di 83 RT sehingga pembagian perlu dijadwalkan secara bergiliran.
"Karena kami berkelanjutan, kami bagi sesuai jadwal. Kami memiliki 83 RT, sehingga pembagiannya dilakukan secara bertahap," pungkasnya.
