Dalam dunia pelayaran, terdapat berbagai jenis transportasi laut, di antaranya adalah kapal RORO dan kapal ferry. Dua armada ini sangat penting dalam mendukung sistem transportasi laut, mobilitas penumpang, maupun arus logistik, khususnya di negara kepulauan seperti Indonesia.
Kerap kali, kedua jenis kapal ini dianggap sama oleh masyarakat awam, padahal secara karakteristik, operasional, dan fungsi utamanya, kedua kapal ini sangat berbeda. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengenal apa itu kapal RORO dan kapal feri, beserta perbedaannya.
Apa Itu Kapal RORO?
Berdasarkan situs Wallenius Wilhelmsen dan PGN LNG Indonesia, RORO adalah singkatan dari Roll-On Roll-Off. Istilah ini mendeskripsikan cara produk atau muatan dimuat (roll-on) dan diturunkan (roll-off) dari kapal.
Kapal khusus ini dirancang secara efisien dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Sistem Bongkar Muat Mandiri
Kendaraan bermotor seperti mobil, traktor, truk, atau bus dapat masuk dan keluar kapal menggunakan rodanya sendiri melalui sebuah ramp (pintu khusus pelandaian) yang terhubung ke dermaga. Muatan tidak perlu diangkat menggunakan derek (crane), sehingga proses bongkar muat menjadi jauh lebih efisien, meminimalisir tenaga manual, dan tidak bergantung pada kondisi cuaca.
2. Kapasitas Ekstra Besar
Ramp pada kapal RORO memiliki kapasitas angkut yang sangat besar, hingga mencapai 500 ton. Kapal ini didesain layaknya gedung parkir bertingkat yang memiliki hingga 13 dek yang terhubung oleh ramp yang bisa diangkat.
3. Kekuatan Dek Spesial
Kapal ini dikonstruksi secara kokoh. Dek khusus kargo berat atau "high and heavy" miliknya mampu menahan tekanan hingga 10 ton per meter persegi, sehingga sangat cocok membawa logistik dan kargo kelas berat.
Mengenal Kapal Ferry dan Jenisnya
Dikutip dari situs Marine Insight, kapal ferry adalah jenis armada penyeberangan yang sangat umum ditemukan di wilayah-wilayah yang menggunakan perairan sebagai moda transportasi utamanya. Kapal ini digunakan tidak hanya untuk menyeberangkan penumpang dari satu bibir pantai ke pantai lain, tetapi juga untuk membawa kargo.
Berikut adalah beberapa jenis kapal ferry dengan fitur penamaannya masing-masing:
1. Catamarans
Jenis kapal ferry yang sangat populer sebagai perahu penumpang. Keunggulan utamanya ada pada kecepatan, sehingga sangat disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, baik tua maupun muda.
2. Channel Ferries
Diperkenalkan pertama kali pada awal abad ke-19, kapal ini secara rutin digunakan untuk mengarungi perairan Selat Inggris (English Channel) yang terkenal berbahaya. Ukurannya lebih kecil namun lebih cepat, menjadikannya andalan transportasi antarnegara di kawasan Eropa.
3. Car Ferries
Sesuai namanya, ini adalah jenis ferry kargo yang membantu membawa mobil, kereta rel, maupun kendaraan bermotor lainnya. Di beberapa lokasi (seperti di Inggris), kapal ini juga mulai menggunakan penyesuaian landasan yang bisa dilepas-pasang layaknya ramp Roll-On/Roll-Off.
4. Double-Ended Ferries
Kapal ferry unik yang desain bagian depannya (haluan) dan belakangnya (buritan) dapat berganti peran secara otomatis. Artinya, kapal tidak perlu bermanuver memutar badan untuk melakukan perjalanan pulang atau kembali ke pelabuhan awal.
(bai/aau)