Panitia 'Pameran Sawit Terbesar' Kubu Raya: Acara Diundur

Kalimantan Barat

Panitia 'Pameran Sawit Terbesar' Kubu Raya: Acara Diundur

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Senin, 14 Sep 2026 19:59 WIB
Poster acara Pameran Sawit Terbesar di Kubu Raya banjir kritikan. (dok Istimewa)
Foto: Poster acara Pameran Sawit Terbesar di Kubu Raya banjir kritikan. (dok Istimewa)
Kubu Raya -

Rencana acara bertajuk 'Pameran Sawit Terbesar' yang digelar di Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) mendapatkan banyak kritikan. Panitia acara memastikan pameran tersebut diundur.

Untuk diketahui, pemeran tersebut tersebut merupakan bagian dari 6th Indonesian Palm Oil Smallholders (IPOSC) Conference & Expo 2026 yang sedianya digelar pada 22-23 September 2026 di Q Hall Qubu Resort, Kubu Raya.

Informasi itu disampaikan melalui akun Instagram resmi @iposc_2026. Panitia menyatakan memahami kondisi masyarakat di Kalimantan dan sekitarnya yang sedang terdampak karhutla dan kekeringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat memahami apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang berada di Kalimantan dan sekitarnya, maka dari itu dengan penuh rasa empati kami infokan bahwa pelaksanaan acara 6th Indonesia Palm Oil Smallholders (IPOSC) akan diundur," tulis panitia, dikutip Senin (14/9/2026).

Panitia menjelaskan IPOSC merupakan forum edukasi dan informasi yang digelar setiap tahun atas inisiatif petani sawit Indonesia. Forum itu menjadi ruang pertemuan petani, pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas industri kelapa sawit.

Namun, tahun ini agenda tersebut harus berhadapan dengan situasi berbeda. Kalbar masih menghadapi karhutla, kabut asap, serta kekeringan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo memastikan bahwa pembatalan kegiatan tahun ini bukan berarti Pemkab Kubu Raya menolak kegiatan serupa. Jika kondisi sudah kembali normal, Pemkab Kubu Raya tetap akan memberikan dukungan.

"Nah kalau sudah normal, maka seperti tahun lalu tetap kita berikan support juga. Kalau tahun ini mohon maaf, kita batalkan ya Pak Dirjen," kata Sujiwo.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta panitia membatalkan acara pameran sawit tersebut. Dia menilai momentum pelaksanaan pameran tersebut tidak tepat karena saat ini pemerintah dan masyarakat saat ini masih pontang-panting menangani karhutla dan krisis air bersih.

"Nah kita sudah komunikasikan, timing ini tidak tepat. Di saat kondisi seperti ini sedang mengalami kekeringan, pontang-panting memadamkan api, lalu mau digelar pameran pula," tegas Sujiwo, Senin (14/9/2026).

Sujiwo mengatakan, Pemkab Kubu Raya telah berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk kementerian, untuk meminta agar kegiatan tersebut tidak dilaksanakan tahun ini.

Menurut Sujiwo, persoalan timing menjadi penting karena kegiatan tersebut mengangkat tema sawit, sementara perkebunan sawit juga menjadi salah satu sektor yang kerap dikaitkan dalam pembahasan mengenai persoalan lingkungan dan karhutla.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads