Antrean BBM di Kalimantan, Pertamina Upayakan Perluas SPBU Skala Kecil

Antrean BBM di Kalimantan, Pertamina Upayakan Perluas SPBU Skala Kecil

Retno Ayuningrum - detikKalimantan
Jumat, 11 Sep 2026 14:28 WIB
Antrean kendaraan di SPBU Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Ary Nindita Intan RS)
Foto: Antrean kendaraan di SPBU Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Ary Nindita Intan RS)
Samarinda -

Antrean BBM terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan karena berbagai faktor. Salah satunya jarak antar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berjauhan hingga masyarakat sulit mencari alternatif. PT Pertamina Patra Niaga pun menyampaikan rencana untuk memperluas SPBU skala kecil untuk memecah antrean di SPBU utama.

Mengutip detikFinance, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyampaikan rencana ini dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (11/9). Awalnya Eko menyoroti antrean masyarakat membeli BBM yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Kalimantan.

Menurut Eko, antrean tersebut dipicu terjadinya shifting atau pergeseran konsumsi BBM akibat kenaikan harga minyak dunia. Konsumen yang semula menggunakan BBM nonsubsidi akhirnya bergeser ke BBM subdidi yang lebih terjangkau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sebenarnya secara BBM stok tersedia, hanya karena terjadinya shifting karena kenaikan harga cukup tinggi ya, shifting dari produk-produk yang non-PSO, Pertamax series, kemudian Dex itu ke Pertalite maupun ke Biosolar (produk BBM subsidi)," terangnya.

Salah satu dampak dari pergeseran ini adalah penumpukan kendaraan di beberapa titik penyalur. Padahal SPBU memiliki keterbatasan ruang serta fasilitas seperti dispenser dan nozzle.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, kata Eko, pihaknya tengah mengkaji kemungkinan penambahan SPBU skala kecil di sejumlah daerah. Saat ini pihaknya juga tengah mencari mitra untuk membangun SPBU yang lebih kecil tersebut.

"Karena kita sudah mendesain juga dengan kondisi kebutuhan ataupun populasi dari masyarakatnya sendiri. Jadi ini kita sedang mencari mitra-mitra bisa membangun-bangun titik-titik SPBU, bisa konsorsium lah nanti," ujar Eko.

"Dan ini mungkin salah satu solusi untuk daerah-daerah khususnya daerah-daerah yang Sumatera, Kalimantan, maupun juga Sulawesi yang jarak antara lembaga penyalurnya cukup jauh, kami bisa sisipkan di antaranya dengan membangun SPBU bertipe kecil supaya bisa memecah antrean," sambungnya.

Ia berharap kehadiran SPBU-SPBU skala kecil nanti dapat memecah konsentrasi antrean panjang di SPBU utama. Kehadiran SPBU kecil juga diproyeksikan dapat mempermudah akses bagi para investor dan mitra lokal dengan nilai investasi yang lebih terjangkau.

Baca selengkapnya di sini.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads