Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap penerbangan di Bandara Melalan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim). Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan hingga sekitar 1,5 jam akibat jarak pandang yang tidak mendukung untuk pesawat terbang.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Melalan Melak, Bernard Repelita Purba mengatakan penerbangan sejauh ini tetap berjalan meski mengalami keterlambatan. Pihak bandara memilih menunggu jarak pandang kembali memungkinkan sebelum memberikan izin penerbangan.
"Penerbangan tetap berjalan, hanya saja karena kabut ini kita sedikit mengalami delay. Artinya jam penerbangan itu jadinya molor akibat asap itu," kata Bernard kepada detikKalimantan, Jumat (21/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bernard mengatakan keterlambatan penerbangan terjadi dalam beberapa hari terakhir seiring kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Penerbangan Wings Air dari Melak menuju Balikpapan yang normalnya paling lambat sekitar pukul 15.00 Wita bahkan sempat baru diberangkatkan sekitar pukul 16.30 Wita.
"Memang beberapa hari ini akibat dari dampak asap ini kita mengalami keterlambatan. Makanya pihak maskapai Wings itu dari Melak ke Balikpapannya itu bisa sampai 16.30, yang normalnya itu jam 15.00," ujarnya.
Bandara Melalan Melak, Kutai Barat, Kaltim. (dok. Istimewa) |
Keterlambatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan. Pesawat baru diperbolehkan berangkat setelah jarak pandang dinilai kembali mendukung untuk melakukan penerbangan.
"Tapi karena kita tetap mengutamakan keselamatan, pada saat jarak pandang tidak mendukung kita tidak kasih. Nunggu jarak pandang mendukung baru kita boleh berangkatkan. Makanya molor waktunya," jelasnya.
Meski mengalami keterlambatan, Bernard memastikan hingga kini belum ada penerbangan dari maupun menuju Bandara Melalan yang dibatalkan akibat kabut asap. Seluruh penerbangan tetap diberangkatkan setelah kondisi jarak pandang kembali memungkinkan.
"Enggak, enggak ada. Ya alhamdulillah kalau untuk cancel itu belum ada," tegasnya.
Bandara Melalan saat ini melayani penerbangan Melak-Balikpapan setiap hari dengan tambahan penerbangan pada Rabu dan Minggu. Sementara penerbangan menuju Samarinda dilayani tiga kali dalam sepekan yakni Senin, Rabu dan Jumat.
"Kalau jadwal penerbangannya kan setiap harinya itu Balikpapan-Melak, Melak-Balikpapan. Itu setiap hari. Tapi hari Rabu sama Minggu dia dua kali, dua flight. Kalau untuk ke Samarinda itu kita layani tiga kali seminggu, Senin, Rabu, Jumat," terangnya.
Bernard menyebut tingkat keterisian penumpang penerbangan dari Melak masih cukup tinggi. Pesawat Wings Air dapat membawa hingga sekitar 65 penumpang dengan tingkat keterisian rata-rata sedikitnya 80 persen dan tak jarang terisi penuh.
"Kalau penerbangan ngikutin Wings itu penumpang dari Melak itu bisa terangkut sampai 65. Tapi itu di atas 80 persen terisi," ungkapnya.
Menurut Bernard, transportasi udara masih menjadi pilihan masyarakat Kubar karena memangkas waktu perjalanan menuju Samarinda maupun Balikpapan. Perjalanan udara menuju Samarinda misalnya dapat ditempuh sekitar 30 menit dibandingkan jalur darat yang membutuhkan waktu hingga berjam-jam.
"Kalau ke Samarinda kan hanya 30 menit itu. Sedangkan naik travel atau bus itu bisa berangkat pagi sampainya malam," tuturnya.
Penerbangan reguler dari Melak menuju Balikpapan dan Samarinda saat ini dilayani Wings Air. Sementara pesawat tidak disiagakan secara khusus di Bandara Melalan lantaran armada yang melayani rute tersebut bergerak dari bandara lain.
"Kalau di-standby-kan di Melalan enggak ada," pungkas Bernard.

