Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, diminta tidak panik maupun membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar mengklaim ketersediaan BBM masih mencukupi kebutuhan masyarakat sehari-hari, meski masih terlihat antrean panjang di SPBU.
Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, stok dan kuota BBM di wilayah Kobar saat ini dalam kondisi aman. Namun masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi borong yang berpotensi mengganggu distribusi.
"Stok kuota BBM di Kabupaten Kotawaringin Barat mencukupi untuk kebutuhan harian masyarakat," kata Nurhidayah dalam imbauannya, Rabu (5/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tetap tertib dan tepat sasaran. BBM bersubsidi merupakan fasilitas pemerintah yang penggunaannya telah diatur dan harus dimanfaatkan sesuai peruntukan.
"Pemkab Kobar juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur mengambil keuntungan dengan cara menyalahgunakan BBM bersubsidi," kata dia.
Sejumlah praktik menjadi perhatian, mulai dari pengoplosan BBM, penyalahgunaan alokasi BBM bersubsidi, hingga penimbunan menggunakan drum maupun jeriken untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Modifikasi tangki kendaraan agar mampu menampung BBM bersubsidi dalam jumlah tidak wajar juga termasuk tindakan yang dilarang. Begitu pula kerja sama dengan oknum operator SPBU untuk mendapatkan BBM bersubsidi secara tidak semestinya.
"Penyalahgunaan BBM bersubsidi bukan sekadar persoalan pelanggaran distribusi. Pelakunya dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi," katanya.
Ketua DPC Hiswana Migas Kobar, Muhammad Rudiansyah Abdullah, mengatakan antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU bukan disebabkan stok BBM menipis. Menurutnya, antrean lebih dipengaruhi meningkatnya pembelian masyarakat setelah beredar berbagai informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Ia menjelaskan, Hiswana Migas bersama Pertamina terus memantau distribusi BBM dari depo hingga ke setiap SPBU. Pemantauan dilakukan secara rutin agar penyebab antrean dapat segera diketahui dan ditangani sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
"Pasokan BBM untuk wilayah Kotawaringin Barat dipastikan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun membeli BBM dalam jumlah berlebihan," ujarnya.
Rudiansyah menambahkan, distribusi BBM ke setiap SPBU dilakukan sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). SPBU menerima pasokan berdasarkan alokasi resmi sehingga tidak ada pengurangan distribusi di luar ketentuan.
"Selain itu, penerapan sistem barcode dalam pembelian BBM bersubsidi juga membuat proses pengisian lebih tertib meski membutuhkan waktu lebih lama. Di sisi lain, kenaikan harga Pertamax membuat sebagian konsumen beralih ke Pertalite sehingga permintaan terhadap BBM bersubsidi meningkat," katanya.
Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak mengganggu ketersediaan stok. Hiswana Migas mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan normal dan antrean di SPBU dapat berangsur berkurang.
Simak Video "Video BPH Migas-Pertamina Pastikan Stok BBM Aman saat Nataru 2026"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
