Agustiar Sabran Desak PLN Tepati Janji Pulihkan Listrik 4 Agustus

Kalimantan Tengah

Agustiar Sabran Desak PLN Tepati Janji Pulihkan Listrik 4 Agustus

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 30 Jul 2026 16:45 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mendesak PLN tangani pemadaman listrik. (dok Humas Pemprov Kalteng)
Foto: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mendesak PLN tangani pemadaman listrik. (dok Humas Pemprov Kalteng)
Palangka Raya -

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mendesak PT PLN untuk memulihkan pasokan listrik di wilayahnya, paling lambat pada 4 Agustus 2026. Hal ini merespons keluhan atas pemadaman listrik yang merugikan masyarakat, terutama pedagang.

Adapun keluhan disampaikan oleh massa dalam aksi di depan Istana Isen Mulang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (30/7/2026). Agustiar mendampingi General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalselteng, Iwan Soelistijino, untuk berdialog dengan para demonstran yang menuntut solusi atas pemadaman bergilir.

Dalam kesempatan itu, Agustiar menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi persoalan tersebut sendirian. Menurutnya, keresahan warga merupakan tanggung jawab yang juga harus dirasakan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kegaduhan masyarakat Kalimantan Tengah adalah kegaduhan kami. Ketidaknyamanan masyarakat juga menjadi ketidaknyamanan kami. Karena itu saya memanggil langsung pihak PLN untuk memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat," tegas Agustiar, Kamis (30/7/2026).

Ia mengaku memahami besarnya dampak yang ditimbulkan akibat padamnya listrik, mulai dari rusaknya peralatan elektronik rumah tangga, matinya ribuan ternak, mencairnya stok ASI perah yang disimpan para ibu, hingga terganggunya aktivitas pelaku usaha dan UMKM.

Karena itu, Agustiar meminta PLN tidak lagi memberikan informasi yang menimbulkan ketidakpastian. Ia menegaskan perusahaan pelat merah tersebut harus konsisten menjalankan target pemulihan yang telah disampaikan kepada masyarakat.

Target tersebut meliputi pengurangan durasi pemadaman menjadi maksimal tiga jam per hari mulai 29 Juli, penyelesaian perbaikan fasilitas pembangkit pada 3 Agustus, hingga normalisasi pasokan listrik secara menyeluruh pada 4 Agustus 2026.

"Saya minta jangan ada lagi ketidakjelasan. Masyarakat butuh kepastian, dan PLN sudah menyampaikan targetnya. Pemerintah Provinsi akan terus mengawal agar target itu benar-benar terlaksana," ujarnya.

Pemprov Kalteng juga memastikan akan terus memantau proses perbaikan pada tiga pembangkit utama, yakni PLTU Asam-Asam, PLTU Stagen, dan PLTU Tabalong, yang sebelumnya mengalami gangguan hingga menyebabkan defisit daya sekitar 250 megawatt.

"Pemerintah akan terus mengawal proses pemulihan hingga pasokan listrik kembali normal di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa lagi dibayangi pemadaman bergilir," katanya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijon menyatakan pemadaman listrik bergilir ditargetkan berakhir pada 4 Agustus 2026.

"Kami memastikan pemadaman listrik bergilir ditargetkan berakhir pada 4 Agustus 2026. Sebelumnya, mulai 29 Juli durasi pemadaman dikurangi menjadi maksimal tiga jam per hari, sedangkan perbaikan fasilitas pembangkit ditargetkan rampung pada 3 Agustus sebelum sistem kelistrikan kembali normal sehari kemudian," katanya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads