Antrean Mengular di SPBU Kalbar, Pertamina Bantah Stok BBM Menipis

Kalimantan Barat

Antrean Mengular di SPBU Kalbar, Pertamina Bantah Stok BBM Menipis

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 28 Jul 2026 11:29 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalbar Widhi Tri Adhi Hidayat, Rabu (24/6/2026). (dok Istimewa)
Foto: Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalbar Widhi Tri Adhi Hidayat saat bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan. (dok Istimewa)
Pontianak -

Antrean kendaraan kembali mengular di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat (Kalbar). Pertamina mengungkap penyebabnya bukan karena stok BBM menipis, melainkan keterlambatan kapal pengangkut yang harus menunggu air pasang untuk melintasi alur Sungai Kapuas menuju Depo Siantan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalbar, Widhi Tri Adhi Hidayat mengatakan, kapal pengangkut BBM sempat tidak bisa masuk ke Sungai Kapuas karena debit air sedang surut.

"Antrean terjadi karena ada keterlambatan kapal masuk ke alur Sungai Kapuas tadi malam. Kapal harus menunggu air pasang terlebih dahulu. Namun, saat ini kapal sudah sandar di Depo Siantan dan BBM sudah mulai disalurkan," kata Widhi, Selasa (28/6/2027).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat keterlambatan tersebut, distribusi BBM ke sejumlah SPBU sempat terganggu sehingga memicu antrean kendaraan di berbagai titik. Meski demikian, Widhi memastikan kondisi itu hanya bersifat sementara.

Setelah kapal berhasil bersandar di Depo Siantan, proses penyaluran BBM langsung dilakukan ke SPBU yang membutuhkan pasokan. Ia menegaskan stok BBM di Kalbar dalam kondisi aman dan masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

"Stok BBM masih aman dan mencukupi. Kami pastikan penyaluran BBM akan berjalan dengan baik," ujarnya.

Selain faktor keterlambatan distribusi akibat kondisi Sungai Kapuas, Pertamina juga sedang mengevaluasi penyebab lain yang diduga turut memicu antrean di SPBU. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah adanya pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi sehingga permintaan terhadap jenis BBM tertentu meningkat dalam waktu bersamaan.

Pertamina menyatakan terus memantau distribusi di lapangan dan akan melakukan penyesuaian penyaluran apabila diperlukan agar pasokan di seluruh SPBU kembali normal.

"Masyarakat diimbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terpancing melakukan pembelian berlebihan yang justru berpotensi memperpanjang antrean di SPBU," imbaunya.



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads