Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali mengular. Bupati Kobar Nurhidayah segera memanggil Pertamina untuk mencari solusi.
Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena waktu tunggu yang semakin lama mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Sejumlah warga berharap ada langkah nyata agar distribusi Pertalite kembali lancar.
Menurut Nurhidayah, antrean Pertalite yang terjadi saat ini bukan hanya dialami Kotawaringin Barat. Persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain sehingga menjadi perhatian bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang lebih berkompeten memberikan penjelasan terkait kondisi ini sebenarnya Pertamina sebagai penyedia BBM. Karena itu kami akan memanggil Pertamina untuk membahas persoalan distribusi Pertalite di Kobar," ujar Nurhidayah, Selasa (15/7/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah selama ini telah melakukan berbagai upaya untuk membantu pengaturan di lapangan. Salah satunya dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas mengawasi ketertiban di sekitar SPBU.
"Pemda sudah maksimal mengatur di lapangan dengan membentuk Satgas. Namun apabila distribusi BBM yang diterima belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tentu tidak semua pengguna bisa terpenuhi. Untuk kondisi tersebut kami mohon maaf," katanya.
Nurhidayah juga menegaskan bahwa penertiban pedagang kaki lima (PKL) maupun pedagang bunga di depan kawasan makam Skip tidak ada kaitannya dengan antrean Pertalite.
"Penataan tersebut dilakukan semata-mata untuk mengembalikan fungsi jalan protokol dan trotoar agar digunakan sesuai peruntukannya," ujarnya.
Di sisi lain, salah satu warga Pangkalan Bun bernama Rochim mengaku antrean Pertalite kini hampir menjadi rutinitas yang harus dihadapi. Ia menduga antrean semakin panjang karena bercampurnya kendaraan masyarakat dengan pembeli untuk dijual kembali secara eceran.
"Mungkin yang antre bareng sama penjual eceran. Mau gimana lagi, kalau pakai Pertamax nggak nutut. Dari tempat saya kerja juga hanya dapat Pertalite dan harus pakai nota," kata Rochim.
Rochim berharap Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat tidak hanya memanggil Pertamina, tetapi juga meningkatkan pengawasan di lapangan. Menurutnya, Satgas perlu lebih rutin berpatroli agar distribusi Pertalite benar-benar tepat sasaran dan antrean bisa lebih tertib.
"Pemkab Kotawaringin Barat berharap koordinasi dengan Pertamina dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperbaiki distribusi Pertalite. Dengan pasokan yang lebih optimal dan pengawasan yang berkelanjutan, masyarakat berharap antrean panjang di SPBU segera terurai sehingga kebutuhan BBM bersubsidi dapat terpenuhi dengan baik," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Suyanto meminta Satgas Penanganan BBM segera turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan sekaligus penertiban di seluruh SPBU yang mengalami kepadatan antrean.
"Satgas Penanganan BBM harus segera melakukan penertiban agar dapat diketahui apakah antrean yang terjadi memang karena banyaknya masyarakat yang mengantre atau ada dugaan pengetap, khususnya pada jalur BBM subsidi," kata Suyanto, Selasa (14/7/2026).
Ia menegaskan persoalan antrean tidak boleh dibiarkan berlangsung terus-menerus. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat mengganggu mobilitas masyarakat, memperlambat distribusi barang, hingga berdampak pada aktivitas usaha yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
Suyanto optimistis kehadiran satgas di lapangan mampu menciptakan sistem distribusi BBM yang lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran. Dengan pengawasan yang lebih ketat, potensi penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi juga diharapkan dapat diminimalkan.
"Satgas Penanganan BBM sendiri terdiri dari berbagai unsur, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah hingga Pertamina. Sinergi tersebut dibentuk untuk memastikan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan pasokan, distribusi, hingga penyaluran kepada konsumen," katanya.
Simak Video "Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU Medan Berangsur Normal, BBM Cukup"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
