Purbaya Prediksi Rupiah Menguat Perlahan Mulai Juli

Nasional

Purbaya Prediksi Rupiah Menguat Perlahan Mulai Juli

Anisa Indraini - detikKalimantan
Kamis, 11 Jun 2026 10:20 WIB
Petugas menata mata uang Dolar AS dan Rupiah di penukaran valuta asing di Dolarasia, Jakarta, Senin (8/6/2026). Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS kini berada pada level Rp 18.201 atau menguat 0,91%. Mata uang itu merangkak naik dari level Rp 18.106,5 pada awal perdagangan pagi tadi.
Rupiah dan dolar AS. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini menguat mendekati Rp18.000. Kemarin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyinggung juga tentang prediksi penguatan rupiah. Menurut perhitungannya, rupiah akan menguat perlahan pada semester kedua tahun ini atau mulai Juli.

Dilansir detikFinance, hal itu disampaikan Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (10/6).

"Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026," tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purbaya, tekanan rupiah yang terjadi pada saat ini dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi risk-off di pasar keuangan, dan tekanan dari transaksi berjalan serta transaksi finansial domestik. Namun, ia optimistis tekanan-tekanan tersebut dapat diredam berkat koordinasi solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, serta perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE).

"Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri, ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor," lanjut dia.

Purbaya mengatakan penguatan nilai tukar rupiah ditopang oleh sejumlah faktor, termasuk ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang diperkirakan akan mereda. Kondisi itu akan membuat pertumbuhan ekonomi global membaik.

Pemerintah RI sendiri telah menargetkan agar nilai tukar rupiah bergerak di angka Rp 16.800-17.500 per dolar AS pada 2027. Target tersebut dituangkan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

"Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah memperkirakan rupiah di 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS," tuturnya.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads