Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan geram mendengar laporan harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah di Kalimantan Barat (Kalbar) yang anjlok hingga di bawah Rp2.000 per kilogram. Ia mengancam akan melakukan audit secara menyeluruh.
Zulhas meminta petani tidak ragu melapor apabila menemukan pabrik atau perusahaan yang membeli hasil panen dengan harga yang dinilai tidak wajar. Ia bahkan mengaku siap turun langsung melakukan pemeriksaan.
"Kalau di bawah Rp2.000 laporkan. Kita cek, kita periksa. Saya sendiri yang akan periksa," kata Zulhas saat berbincang dengan awak media di Aming Coffee, Jalan Putri Candramidi Pontianak, Jumat (5/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum PAN itu menilai tidak ada alasan yang dapat membenarkan rendahnya harga TBS di tingkat petani. Pasalnya, harga crude palm oil (CPO) dunia saat ini masih berada pada level yang tinggi.
Menurut dia, harga CPO saat ini berkisar antara Rp14.000 hingga Rp14.500 per kilogram, sehingga perusahaan pengolahan sawit seharusnya masih memperoleh keuntungan yang besar.
"Harga CPO bagus. Untung perusahaan besar. Alangkah banyak untungnya mereka. Nah, ini yang mau kita bereskan," ujarnya.
Zulhas menduga terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengambil keuntungan berlebihan di tengah kesulitan yang dialami petani sawit.
Karena itu, pemerintah akan melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga memainkan harga pembelian TBS dan merugikan petani.
Saat ditanya mengenai kemungkinan sanksi bagi perusahaan yang terbukti melanggar, Zulhas menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam.
"Kita periksa. Sekarang akan diperiksa semua," tegas mantan Menteri Perdagangan itu.
(aau/aau)
