Para Ahli Temukan Deposit Emas Raksasa, Capai Lebih dari 1.000 Ton

Para Ahli Temukan Deposit Emas Raksasa, Capai Lebih dari 1.000 Ton

Rachmatunnisa - detikKalimantan
Jumat, 27 Mar 2026 18:31 WIB
Ilustrasi emas batangan dan koin emas
Ilustrasi emas. Foto: Freepik/wirestock
Balikpapan -

Para ahli geologi menemukan deposit emas raksasa berkadar tinggi, bahkan disebut-sebut bisa menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Temuan ini berasal dari wilayah tambang Wangu di Provinsi Hunan, China tengah.

Dikutip detikInet dari laporan Daily Galaxy, Kamis (26/3/2026) cadangan emas di lokasi ini diperkirakan bisa melampaui 1.000 ton, dengan nilai sekitar USD 83 miliar atau kira-kira setara Rp 1,4 kuadriliun. Deposit emas ini ditemukan jauh di bawah permukaan tanah, dengan pengeboran mencapai kedalaman lebih dari 2 kilometer. Para peneliti mengidentifikasi setidaknya 40 urat (veins) emas di area tersebut.

Hal yang cukup menarik, emas yang ditemukan di lokasi tersebut tidak hanya berupa partikel sangat kecil, tetapi juga tampak secara langsung pada sampel batuan. Chen Rulin, seorang prospektor dari Biro Geologi Provinsi Hunan, mengungkapkan bahwa banyak inti batuan hasil pengeboran memperlihatkan keberadaan emas yang terlihat jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi seperti ini tergolong jarang terjadi dan menjadi indikasi bahwa kandungan emas di lokasi tersebut sangat tinggi. Tidak hanya dari segi jumlah, kualitas emas yang terdapat pada deposit tersebut juga dinilai sangat baik. Bahkan, pada salah satu sampel batuan ditemukan kadar emas mencapai 138 gram per ton.

Sebagai perbandingan, sebagian besar tambang emas komersial umumnya hanya memiliki kandungan emas kurang dari 10 gram per ton batuan. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi tersebut memiliki potensi yang jauh lebih kaya dan lebih menguntungkan untuk kegiatan penambangan. Wakil Kepala Biro Geologi Hunan, Liu Yongjun, menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi modern turut berperan besar dalam keberhasilan penemuan deposit emas tersebut.

"Teknologi eksplorasi baru, termasuk pemodelan geologi 3D, digunakan untuk memetakan urat-urat emas," katanya.

"Indikasi emas juga ditemukan di area sekitar, membuka peluang cadangan yang lebih besar lagi," tambahnya.

Jika estimasi ini terbukti, deposit tersebut bisa melampaui tambang emas terbesar saat ini, termasuk South Deep di Afrika Selatan. Penemuan ini berpotensi memperkuat posisi China sebagai produsen emas terbesar dunia sekaligus mengubah peta industri global.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa estimasi masih perlu diverifikasi lebih lanjut, termasuk dari sisi teknis dan keekonomian penambangan.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads