Dari Urusan Sembako hingga Kuliah, Ini Kesepakatan Kaltara-Sarawak

Dari Urusan Sembako hingga Kuliah, Ini Kesepakatan Kaltara-Sarawak

Oktavian Balang - detikKalimantan
Jumat, 27 Mar 2026 07:01 WIB
Wakil Gubernur Kaltara (kiri) bersama Wamen Digital Sarawak (kanan). (dok Istimewa)
Foto: Wakil Gubernur Kaltara (kiri) bersama Wamen Digital Sarawak (kanan). (dok Istimewa)
Malinau -

Jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemerintah Sarawak, Malaysia, menyepakati sejumlah kerja sama. Salah satu poin krusial yang disepakati adalah pembentukan 'Mini Sosek Malindo'.

Pertemuan yang digelar di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Malinau, Rabu (25/3/2026) itu menjadi momen kerja sama untuk memangkas birokrasi yang selama ini kerap menghambat kebijakan di perbatasan dua negara. Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, mengakui bahwa urusan lintas batas butuh skema kerja sama langsung tanpa birokrasi panjang.

"Kita ingin kerja sama ini lebih cepat, lebih efektif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat perbatasan," tegas Ingkong, Kamis (26/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persoalan perut dan logistik yang jadi realita sehari-hari warga perbatasan juga jadi sorotan. Kedua pihak sepakat tidak akan mempersulit warga tapal batas yang harus menyeberang ke Malaysia demi membeli kebutuhan pokok.

"Selama tetap dalam koridor hukum dan kedaulatan negara, akses harus dipermudah," ujar Wagub memastikan.

Selain kemudahan belanja sembako, pemerintah juga membidik kepastian pasar untuk hasil bumi warga Kaltara. Komoditas unggulan tapal batas seperti kakao, kopi, lada, cengkeh, dan vanili ditargetkan bisa terserap langsung ke pasar Sarawak.

"Percuma produksi digenjot jika petani tidak punya kepastian pembeli," tegasnya

Dari pihak jiran, Timbalan Menteri Digital Sarawak, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong, merespons isu infrastruktur dan konektivitas. Wilson berjanji akan melobi Pemerintah Pusat Kerajaan Malaysia di Kuala Lumpur untuk segera membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di sisi Sarawak.

"Tak hanya urusan ekonomi dan fisik, pihak Sarawak juga menawarkan peluang di sektor pendidikan," bebernya.

Wilson membuka pintu bagi anak-anak dari kawasan perbatasan Kaltara untuk melanjutkan kuliah di berbagai perguruan tinggi di Malaysia. Pertemuan di Long Nawang ini merupakan kunjungan balasan setelah pejabat Kaltara bertandang ke Kuching pada pertengahan 2025 lalu.

"Jadi rombongan Sarawak yang hadir pun cukup lengkap, melibatkan sejumlah pejabat distrik seperti Residen Bahagian Kapit dan Residen Bahagian Miri," pungkasnya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads