2 Buah Hutan Khas Kalbar Curi Perhatian Pasar Internasional

2 Buah Hutan Khas Kalbar Curi Perhatian Pasar Internasional

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Jumat, 27 Feb 2026 12:00 WIB
Dabai dikenal dengan kulit hitam pekat dan daging buah berwarna kuning lembut. Cara menikmatinya pun unik, yakni direndam dalam air hangat hingga teksturnya lunak, kemudian disantap dengan taburan garam atau gula. Sensasi gurih dan legit menjadi daya tarik tersendiri.

Sedangkan asam keranji memiliki cangkang keras namun rapuh, dengan rasa asam-manis menyegarkan di dalamnya. Buah musiman ini kerap menjadi camilan favorit masyarakat perbatasan hingga mancanegara.
Buah Hutan Khas Kalbar/Foto: Istimewa (dok Karantina Kalbar)
Bengkayang -

Dua buah hutan khas Kalimantan Barat (Kalbar), dabai dan asam keranji, mulai mencuri perhatian pasar internasional. Melalui pintu gerbang PLBN Jagoi Babang, di Kabupaten Bengkayang, komoditas lokal ini rutin dikirim ke Pasar Serikin, Sarawak, Malaysia.

Sejak awal Januari hingga pertengahan Februari 2026, buah dabai mendominasi pengiriman. Total volume yang diekspor mencapai 9.990 kilogram dengan nilai Rp 114.356.000 dalam 72 kali frekuensi pengiriman.

Sementara itu, asam keranji yang kerap diburu menjelang perayaan Imlek mencatatkan volume 2.066 kilogram dengan nilai Rp 14.446.600 dalam 30 kali pengiriman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Permintaan meningkat seiring musim perayaan yang identik dengan sajian buah-buahan khas," kata Penanggung Jawab Satuan Pelayanan PLBN Jagoi Babang, Noval Isnaeni dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Dabai dikenal dengan kulit hitam pekat dan daging buah berwarna kuning lembut. Cara menikmatinya pun unik, yakni direndam dalam air hangat hingga teksturnya lunak, kemudian disantap dengan taburan garam atau gula. Sensasi gurih dan legit menjadi daya tarik tersendiri.

Sedangkan asam keranji memiliki cangkang keras namun rapuh, dengan rasa asam-manis menyegarkan di dalamnya. Buah musiman ini kerap menjadi camilan favorit masyarakat perbatasan hingga mancanegara.

Noval mengatakan, tren ini menjadi bukti produk lokal Kalbar mampu bersaing di pasar global. "Geliat ekspor ini adalah bukti kualitas produk kita diakui dunia," ujarnya.

Dabai dikenal dengan kulit hitam pekat dan daging buah berwarna kuning lembut. Cara menikmatinya pun unik, yakni direndam dalam air hangat hingga teksturnya lunak, kemudian disantap dengan taburan garam atau gula. Sensasi gurih dan legit menjadi daya tarik tersendiri.Sedangkan asam keranji memiliki cangkang keras namun rapuh, dengan rasa asam-manis menyegarkan di dalamnya. Buah musiman ini kerap menjadi camilan favorit masyarakat perbatasan hingga mancanegara.Buah hutan khas Kalbar Foto: Istimewa (dok Karantina Kalbar)

Di balik geliat ekspor tersebut, lanjut Noval, tentu ada peran Karantina Kalbar dalam memastikan setiap komoditas memenuhi standar sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

"Setiap pengiriman melalui pemeriksaan administratif dan fisik di pintu keluar," tuturnya.

Petugas memastikan buah bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memenuhi persyaratan negara tujuan.

Sertifikat karantina yang diterbitkan menjadi "paspor kesehatan" resmi agar produk aman dan lancar menembus pasar luar negeri. Maka ia mengimbau para eksportir untuk selalu mendaftarkan media pembawanya ke Karantina.

"Jangan takut, karena prosesnya mudah, transparan, dan kami siap melakukan pendampingan hingga produk Anda layak terbang ke pasar global," ujar Noval.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads