Banyak masyarakat mengeluhkan kelangkaan emas batangan atau emas fisik ukuran kecil. Rupanya penyebabnya adalah proses mengubah emas batangan besar menjadi ukuran kecil yang membutuhkan waktu di pabrik.
Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan. Damar menerangkan secara ketersediaan stok emas sebenarnya ada.
"Untuk mencetak visi itu tentunya perlu proses dari yang 1 kg atau yang 12 kg dipecah-pecah menjadi setengah gram, satu gram itu butuh prosesnya. Sebenarnya tidak ada kelangkaan, tapi hanya proses pencetakan yang sedikit terlambat," terang Damar, dikutip dari detikFinance.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Damar kelangkaan stok fisik emas tidak hanya terjadi di Pegadaian saja, tapi juga di galeri atau butik emas lain.
Sebab, banyak nasabah yang sebelumnya memiliki tabungan emas, kini berbondong-bondong mengajukan cetak fisik.
Baca juga: Terungkap Penyebab Emas Fisik Langka |
"Nah kemarin kenapa ada kelangkaan? Semua fisik (emas) kelangkaan bukan hanya di Pegadaian mungkin di pasar juga kelangkaan dan animo masyarakat untuk mengambil cetak itu yang menurut kami sangat luar biasa minatnya. Yang dari tabungan online menjadikan untuk mencetak fisik," jelas Damar.
Damar menambahkan seluruh produk emas dijalankan Pegadaian menggunakan prinsip underlying aset rasio satu banding satu.
"Jadi kami sampaikan bahwa prinsip syariah itu harus satu banding satu dan itu kita ambil di Pegadaian. Jadi Pegadaian ini semua produk emasnya, barangnya udah ada, baru kita jual. Jadi prinsip satu banding satu itu berlaku," tuturnya.
Sebelumnya, dalam unggahan di akun Instagram Pegadaian @pegadaian_id, terjadi lonjakan permintaan emas fisik secara bersamaan berdampak pada antrean proses cetak dan pengambilan emas.
"Saat ini Pegadaian terus mengoptimalkan produksi dan distribusi, dengan target seluruh permintaan tertunda dapat dipenuhi paling lambat akhir Februari 2026," tulis Pegadaian.
