Jepang Studi Banding MBG ke RI, Temukan Perbedaan Ini

Nasional

Jepang Studi Banding MBG ke RI, Temukan Perbedaan Ini

Retno Ayuningrum - detikKalimantan
Kamis, 15 Jan 2026 23:00 WIB
Kunjungan delegasi Jepang
Kunjungan delegasi Jepang ke dapur SPPG meninjau program MBG. Foto: Dok. Badan Gizi Nasional
Jakarta -

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jepang atau Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) berkunjung ke Indonesia. Mereka melakukan studi banding program makan bergizi gratis (MBG).

Delegasi JCCI melihat pelaksanaan MBG di SPPG Pasir Putih, Sawangan, Depok. Mereka menyaksikan proses memasak, pemorsian, hingga pendistribusian makanan ke sekolah, termasuk Yayasan Bina Mulia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua delegasi JCCI, Hayashi Hiroto, menilai bahwa petunjuk teknis dan standar operasional MBG di Indonesia telah memenuhi standar tinggi dan hampir setara dengan Jepang.

"Yang membedakan adalah pada tahap memasak. Di Jepang, suhu setiap menu diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celcius untuk memastikan makanan aman," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Pihaknya juga menawarkan program magang bagi siswa SMK Yayasan Bina Mulia jurusan Tata Boga serta pelatihan bagi Kepala SPPG BGN sebagai bagian dari transfer of knowledge.

Hayashi Hiroto menyampaikan kekaguman atas pelaksanaan program MBG yang telah menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari, jumlah yang setara dengan hampir setengah populasi Jepang. Jepang sendiri telah memulai program makan siang sekolah sejak 1889, atau lebih dari 137 tahun lalu, sehingga pengalaman tersebut dinilai relevan sebagai referensi peningkatan keamanan pangan MBG.

Sementara itu, Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Dian Fatwa, menyambut baik kunjungan dan tawaran kerja sama tersebut. Ia menilai dengan capaian MBG kini Indonesia menjadi lokasi studi banding.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads