Memasuki tahun 2026, banyak orang mulai menata kembali kondisi keuangan agar lebih teratur dan terkontrol. Resolusi finansial pun kerap menjadi prioritas, mulai dari mengurangi pengeluaran hingga meningkatkan kebiasaan menabung secara konsisten.
Salah satu metode pengelolaan keuangan yang menarik untuk dicoba adalah kakeibo, teknik menabung tradisional asal Jepang yang telah digunakan sejak ratusan tahun lalu. Metode ini menekankan kesadaran dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran, sehingga setiap keputusan finansial dilakukan dengan lebih bijak.
Mengenal Kakeibo
Ilustrasi menabung Foto: Shutterstock |
Pernah merasa gaji cepat habis padahal belum akhir bulan? Mungkin saatnya kamu mencoba cara baru dalam mengelola keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat salah satu metode mengelola keuangan yang cukup populer dari Jepang yang patut dicoba, yakni Kakeibo. Teknik menabung yang sudah digunakan sejak awal abad ke-20.
Dirangkum dari laman Chase UK, Kementerian Keuangan, dan CNBC, teknik kakeibo melibatkan pencatatan semua pemasukan dan pengeluaran sehingga kamu dapat melihat ke mana menghabiskan uang yang tidak perlu.
Metode ini menggunakan pendekatan yang lebih inovatif untuk menabung dibandingkan metode penganggaran lainnya, untuk membantu kamu memikirkan alasan di balik setiap pembelian yang dilakukan. Fokusnya adalah untuk lebih bijak dalam berbelanja, memperlambat dan mengurangi pengeluaran untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan.
Teknik ini dirancang untuk membantu seseorang mengatur anggaran, mencatat pengeluaran, dan menumbuhkan kebiasaan menabung secara konsisten. Pada dasarnya, kakeibo mengajak seseorang untuk menuliskan seluruh pemasukan dan rencana pengeluaran di awal bulan.
Setelah itu, setiap pengeluaran harian dicatat dan diakumulasi, mulai dari akhir minggu hingga akhir bulan. Di akhir periode, pengguna membuat ringkasan mengenai keuangan bulan tersebut di dalam buku catatan.
Sekilas Sejarah Kakeibo
Kakeibo diartikan dalam kamus bahasa Inggris sebagai sistem untuk mengelola anggaran rumah tangga, berdasarkan filosofi keuangan sederhana tentang pengeluaran dan tabungan yang bijaksana dan terencana. Kakeibo yang pelafalannya yakni 'kah-keh-boh', secara harfiah dalam bahasa Jepang artinya buku besar keuangan rumah tangga.
Istilah ini pertama kali dicetuskan pada tahun 1904 oleh jurnalis wanita pertama Jepang, Motoko Hani (1873-1957), yang menerbitkan perencanaan kakeibo dalam sebuah majalah. Dalam bahasa Jepang arti 'ka': rumah atau rumah tangga, 'kei': perhitungan, ukuran, atau rencana, dan 'bo': buku catatan, register.
Meskipun kakeibo telah menjadi hal biasa di Jepang selama lebih dari 100 tahun, seni ini menyebar ke luar negeri setelah Fumiko Chiba menerbitkan buku berjudul 'Kakeibo: Seni Menabung Jepang' pada tahun 2018.
Cara Menabung dengan Teknik Kakeibo
ilustrasi menabung kakeibo. Foto: Getty Images/iStockphoto/RomoloTavani |
Dengan pendekatan yang sederhana namun efektif, kakeibo bisa menjadi langkah awal untuk memulai 2026 dengan kondisi keuangan yang lebih sehat. Tak hanya membantu menabung, metode ini juga mendorong kamu untuk lebih memahami kebiasaan belanja dan menetapkan tujuan keuangan yang realistis.
Dari catatan detail pengeluaran, kamu bisa lebih sadar ke mana larinya uang selama sebulan. Kalau menabung jadi prioritas, kamu bisa langsung melihat bagian mana dalam anggaran yang masih perlu diperbaiki.
Sarah Harvey, penulis buku Kaizen: The Japanese Secret to Lasting Change, menuliskan dalam artikel laman CNBC tentang cara menerapkan kakeibo dalam keseharian. Menurutnya, inti dari kakeibo adalah memahami hubungan kamu dengan uang. Berikut metodenya:
1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran, Tulis Tangan!
Catat semua pemasukan dan pengeluaran kamu dalam buku, dengan tulisan tangan. Yang membuat kakeibo berbeda dari metode lain adalah kamu tidak perlu aplikasi, software keuangan, atau spreadsheet apa pun.
Metode ini lebih seperti bullet journaling. Menulis secara manual jadi proses refleksi sekaligus membantu kamu lebih jujur terhadap kebiasaan belanja sendiri.
Riset pun menunjukkan bahwa menulis tangan bisa memberikan manfaat luar biasa dalam membentuk kebiasaan baru, termasuk kebiasaan keuangan. Lewat proses ini, kamu jadi lebih sadar, lebih hadir, dan lebih mudah mengenali alasan di balik kebiasaan belanja yang tidak sehat.
2. Belanja dengan Lebih Sadar
Salah satu bagian penting dari kakeibo adalah melatih diri kamu untuk berpikir sebelum membeli, terutama barang-barang yang sifatnya bukan kebutuhan pokok. Biasanya, sebelum membeli, coba tanya pada diri sendiri:
Bisakah aku hidup tanpa barang ini?
Apakah kondisi keuanganku memungkinkan untuk membeli ini?
Apakah aku akan benar-benar menggunakannya?
Apakah aku punya ruang untuk menyimpannya?
Bagaimana aku menemukan barang ini pertama kali? (Lihat dari medsos misalnya)
Bagaimana perasaanku waktu pertama kali menemukan benda tersebut? (Sedang stres kah? Bosan? Bahagia?)
Kira-kira berapa lama rasa puas setelah membelinya akan bertahan?
Melalui pertanyaan-pertanyaan ini, kakeibo melatih kamu untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sekaligus menumbuhkan kebiasaan pengeluaran yang lebih bijaksana. Kakeibo juga membuat kita lebih jujur dengan diri sendiri, saat ada rasa ingin membeli sesuatu.
3. Menabung dengan Lebih Cerdas
Metode ini mengajarkan kamu untuk menemukan keseimbangan dalam berbelanja. Kamu jadi mengenali kapan kamu benar-benar butuh barang dan kapan kamu hanya mencari kesenangan sementara lewat belanja.
Kalau kamu ingin mulai menerapkan belanja yang lebih sadar, ini beberapa strategi praktis ala kakeibo:
- Tinggalkan barang yang ingin kamu beli selama 24 jam, agar kamu menimbang-nimbang apakah barang tersebut merupakan kebutuhan atau sekadar keinginan.
- Jangan tergoda diskon karena sering kali kita tidak memerlukan semua barang yang kita beli saat obral besar-besaran.
- Rajin memeriksa saldo akan membantu kamu merasa lebih mengendalikan keuangan, jadi cek saldo rekening kamu setiap paginya.
- Belanja dengan uang tunai membuat kamu lebih sadar akan apa yang kamu belanjakan. Cobalah untuk menyisihkan sejumlah uang tunai untuk digunakan selama seminggu.
Hal yang Perlu Dipahami Selain Mencatat
Setiap awal bulan, kamu mulai dengan menentukan anggaran berdasarkan pendapatan dan pengeluaran rutin. Kamu juga dianjurkan membuat target tabungan.
Setelah itu, setiap uang yang keluar dicatat, layaknya menulis jurnal keuangan harian. Pengeluaran kemudian dibagi dalam beberapa kategori utama:
1. Pengeluaran Esensial
Biaya kebutuhan dasar seperti makan, tagihan, transportasi, kesehatan, dan lain-lain. Sifatnya adalah hal-hal esensial yang wajib dipenuhi.
2. Pengeluaran Opsional
Belanja kebutuhan tambahan di luar kebutuhan pokok. Sifatnya adalah hal-hal yang bisa diatur, dikurangi, atau tidak dibeli setiap bulan seperti sabun dan skincare.
3. Pengeluaran Hiburan
Dana untuk kesenangan, misalnya makan di luar, liburan, atau aktivitas rekreasi bersama keluarga.
4. Pengeluaran Tambahan
Biaya tak terduga atau pengeluaran yang jarang terjadi, seperti hadiah atau perbaikan rumah mendadak.
Setelah semua pengeluaran dicatat, kamu bisa melakukan evaluasi di akhir bulan. Saat itu, kamu bisa refleksi apakah target tabungan tercapai atau justru ada yang meleset?
Ada beberapa pertanyaan yang perlu kamu pikirkan saat mencatat dengan metode Kakeibo:
1. Berapa Jumlah Uang yang Tersedia?
Hitung sisa uang setelah seluruh pengeluaran wajib dikurangi dari total pemasukan.
2. Berapa Jumlah Uang yang Ingin Disisihkan?
Tentukan target tabungan di awal bulan, dan prioritaskan menyisihkan dana tersebut sebelum melakukan pengeluaran lain.
3. Berapa Total Pengeluaran Bulan Ini?
Catat semua pengeluaran untuk melihat pola belanja, sehingga bisa mengetahui pos mana yang terlalu boros.
4. Apa yang Bisa Diperbaiki atau Dioptimalkan?
Lihat kembali pencatatan akhir bulan, bandingkan dengan anggaran awal, dan evaluasi strategi keuangan agar target bisa lebih mudah dicapai di bulan berikutnya.
Apapun hasilnya, proses ini memberi kamu kesempatan untuk mengevaluasi pengeluaran dan menyusun rencana lebih baik untuk bulan berikutnya.
Manfaat Kakeibo
Mengeluarkan biaya untuk perencana keuangan atau aplikasi digital terkadang terasa bertolak belakang dengan tujuan menabung. Salah satu keunggulan utama kakeibo adalah sifatnya yang sepenuhnya gratis, karena kamu hanya membutuhkan pena dan kertas untuk mencatat keuangan.
Karena tidak bergantung pada teknologi, kakeibo bisa digunakan kapan saja tanpa perlu memikirkan koneksi Wi-Fi, kapasitas memori, atau daya baterai. Menuliskan pengeluaran secara manual, alih-alih mengetiknya, juga membantu kamu lebih menyadari setiap transaksi yang dilakukan.
Ada kaitan kuat antara tulisan tangan dan daya ingat, sehingga kebiasaan ini dapat membuat kamu lebih konsisten dalam mengejar tujuan keuangan. Sebaliknya, penggunaan aplikasi yang mencatat pengeluaran secara otomatis justru berisiko membuat kamu kurang terlibat dalam pengelolaan keuangan, sehingga lebih sulit untuk disiplin terhadap target yang sudah ditetapkan.
Mencatat pemasukan, pengeluaran, dan tabungan secara manual juga dapat meningkatkan kesadaran diri. Saat kamu melacak kebiasaan finansial, secara tidak langsung kamu akan merenungkan hubungan dengan uang serta alasan di balik setiap pembelian.
Proses memikirkan dan mengelompokkan pengeluaran dengan cermat dapat membantu menekan kebiasaan belanja impulsif. Selain mudah, praktis, dan tanpa biaya, kakeibo juga sangat fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan pribadi.
Kamu bebas menentukan target tabungan yang realistis, baik dalam skala kecil maupun besar, sesuai dengan kemampuan dan tujuan keuanganmu. Jadi, tertarik mencoba menabung dengan metode di atas untuk tahun 2026?


