Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meminta sembilan pemerintah kabupaten/kota penerima Bantuan Presiden (Banpres) Tahap II dengan total Rp 110 miliar, segera menggunakan anggaran tersebut untuk memperkuat penanganan karhutla.
Agustiar menegaskan bantuan dari pemerintah pusat harus segera direalisasikan untuk mendukung upaya pemadaman. Terutama di daerah yang memiliki keterbatasan anggaran dalam menghadapi kebakaran.
"Dimanfaatkan sebaik-baiknya. Uang yang ada di mereka (9 pemda) itu cepat diimplementasikan untuk memperkuat pemadaman karhutla," ujar Agustiar, Selasa (27/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ketersediaan anggaran harus diikuti langkah nyata di lapangan. Pemerintah daerah diharapkan dapat memaksimalkan bantuan tersebut untuk memperkuat upaya pengendalian kebakaran yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kalteng.
Selain dukungan anggaran, Pemprov Kalteng juga telah mendistribusikan sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki kepada pemerintah kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan untuk menunjang kebutuhan petugas dalam menjalankan operasi pemadaman.
"Pada penyaluran Banpres Tahap II, Kabupaten Seruyan memperoleh alokasi terbesar, yakni Rp 20 miliar. Kabupaten Sukamara dan Barito Selatan masing-masing mendapatkan Rp 15 miliar," ujarnya.
Sementara itu, enam daerah lainnya menerima bantuan masing-masing Rp 10 miliar. Daerah tersebut meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Lamandau, Barito Utara, Gunung Mas, Barito Timur, dan Murung Raya.
"Kesembilan daerah tersebut sebelumnya tidak masuk dalam daftar penerima Banpres Tahap I. Dengan tambahan anggaran ini, pemerintah daerah diharapkan memiliki dukungan lebih besar untuk memperkuat penanganan karhutla sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing," katanya.
Agustiar juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi kebakaran. Ia meminta pemerintah daerah tidak terjebak dalam perdebatan maupun saling menyalahkan, tetapi mengutamakan langkah bersama untuk mengatasi situasi tersebut.
"Jawabannya satu, kolaborasi dengan semua pihak, dengan elemen yang ada. Jangan saling menyalahkan. Situasi begini hanya satu jawabannya, persatuan dan kebersamaan," tegasnya.
Di sisi lain, upaya pencegahan juga dinilai tidak kalah penting dari pemadaman. Agustiar meminta pemerintah daerah terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Ia berharap dukungan dana dari pemerintah pusat, kesiapan sarana dan prasarana, serta keterlibatan masyarakat dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, penanganan karhutla di Kalteng dapat berlangsung lebih optimal dan risiko kebakaran bisa ditekan.
