Muncul 60-an Galian Misterius di Samarinda, Pekerja Ngaku Petugas Resmi

Kalimantan Timur

Muncul 60-an Galian Misterius di Samarinda, Pekerja Ngaku Petugas Resmi

Riani Rahayu - detikKalimantan
Minggu, 25 Okt 2026 10:59 WIB
Wali Kota Samarinda Andi Harun meninjau lokasi penggalian yang diduga berkaitan dengan pencurian kabel bawah tanah. (dok. Istimewa)
Foto: Wali Kota Samarinda Andi Harun meninjau lokasi penggalian yang diduga berkaitan dengan pencurian kabel bawah tanah. (dok. Istimewa)
Samarinda -

Lebih dari 60 titik galian badan jalan di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi sorotan setelah aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan pencurian kabel bawah tanah. Sejumlah pekerja bahkan disebut mengaku sebagai petugas jaringan telekomunikasi resmi.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan aktivitas penggalian ditemukan di sejumlah lokasi, salah satunya Jalan Cipto Mangunkusumo. Penggalian tersebut diduga dilakukan secara masif dan sebagian berlangsung pada malam hari sehingga menimbulkan kecurigaan.

"Pengecekan sudah dilakukan kepada pihak terkait, tetapi belum ditemukan informasi mengenai kegiatan penggalian tersebut," ujar Andi Harun, Minggu (25/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi Harun menyebut Pemkot Samarinda telah melakukan pengecekan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Namun, dari hasil pengecekan sementara, belum ditemukan informasi mengenai pekerjaan penggalian yang dimaksud.

"Dugaan pencurian kabel ini masih harus dibuktikan melalui penyelidikan aparat berwenang," katanya.

Andi Harun mengatakan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti aktivitas penggalian tersebut. Dia meminta ketua RT dan masyarakat segera melaporkan apabila menemukan pekerjaan penggalian mencurigakan, terutama yang tidak diketahui pemerintah setempat.

"Masyarakat jangan langsung menganggap pekerjaan itu resmi hanya karena pekerjanya mengenakan rompi petugas," tegasnya.

Menurut Andi Harun, pekerjaan penggalian yang resmi semestinya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah setempat. Karena itu, pengawasan masyarakat dinilai penting untuk mencegah kerusakan fasilitas umum sekaligus membantu aparat mengungkap aktivitas penggalian yang diduga berkaitan dengan pencurian kabel.

Hingga kini, dugaan pencurian kabel tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut dari aparat berwenang. Pemkot Samarinda berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas perusahaan telekomunikasi tanpa kejelasan pekerjaan yang dilakukan.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads