Paparan asap dan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran juga menjadi tantangan bagi petugas dan relawan dalam memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Untuk mendukung perjuangan mereka, Palang Merah Indonesia (PMI) Kobar membuka posko layanan kesehatan terapung. Fasilitas ini disiapkan untuk memberikan dukungan medis bagi personel yang terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut.
Kepala Markas PMI Kobar, Ario Tanoto, mengatakan layanan kesehatan terapung itu difokuskan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan petugas dan relawan selama menjalankan tugas pemadaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus posko layanan kesehatan PMI Kobar adalah memberikan dukungan medis bagi petugas dan relawan yang ikut dalam penanganan karhutla," kata Ario Tanoto, Sabtu (24/10/2026).
Pemilihan layanan terapung dinilai sesuai dengan kondisi geografis Tanjung Puting yang memiliki akses melalui jalur perairan. Dengan fasilitas tersebut, dukungan kesehatan diharapkan lebih mudah menjangkau personel yang bertugas di kawasan terdampak kebakaran.
"PMI Kobar juga melengkapi posko dengan sejumlah fasilitas penunjang kesehatan. Di antaranya ruangan bebas asap, oxygen concentrator, tabung oksigen, obat-obatan, serta tenaga kesehatan yang disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada petugas dan relawan," katanya.
Keberadaan ruangan bebas asap menjadi salah satu fasilitas penting untuk membantu petugas mendapatkan tempat beristirahat dengan paparan asap yang lebih terkendali. Sementara itu, ketersediaan oksigen dan obat-obatan disiapkan untuk menunjang kebutuhan pelayanan medis di lapangan.
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan PMI Kobar terhadap penanganan karhutla yang melibatkan pemerintah dan berbagai unsur terkait. Selain upaya memadamkan api, kondisi kesehatan personel juga menjadi perhatian selama operasi berlangsung.
"Melalui posko kesehatan terapung tersebut, PMI Kobar berharap petugas dan relawan tetap mendapatkan dukungan medis saat menjalankan tugas di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, sehingga penanganan karhutla dapat berlangsung dengan dukungan kesehatan yang memadai," pungkasnya.
