Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah, memilih bermalam di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) sejak Kamis (22/10/2026) hingga Jumat (23/10/2026). Ia melihat langsung perjuangan petugas memadamkan karhutla, sekaligus mendengar kebutuhan para personel yang berjibaku di tengah hutan.
Dalam kunjungan tersebut, Nurhidayah didampingi Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah Riska Agustin, sejumlah kepala perangkat daerah, Kepala Pelaksana BPBD Kobar, staf ahli bupati, serta Camat Kumai. Rombongan meninjau lokasi kebakaran di kawasan Resor Pesalat, Sungai Tanjung Harapan.
Di lokasi, Bupati melihat langsung upaya distribusi air menggunakan portable tank atau tangki penampungan air. Peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pemadaman karena titik api berada jauh di dalam kawasan hutan dan sulit dijangkau sumber air.
Petugas harus menyalurkan air dari Sungai Sekonyer menuju tangki-tangki yang ditempatkan secara berantai. Jarak antara satu tangki dengan tangki lainnya mencapai sekitar 500 meter untuk mendukung distribusi air menuju titik kebakaran.
"Untuk mencapai titik api di Tanjung Harapan ini mencapai 1,6 kilometer. Untuk memadamkan api, membutuhkan lima buah portable tank karena titik api berada di bagian tengah. Sementara sumber air sulit dijangkau, sehingga air harus dilangsir dari sungai menuju portable tank," ujar Nurhidayah, Jumat (23/10/2026).
Selain memantau teknis pemadaman, Nurhidayah menyempatkan diri berdialog dengan petugas gabungan, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Ia memberikan semangat kepada personel yang terus bekerja di tengah medan sulit serta mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan selama penanganan karhutla berlangsung.
Perhatian terhadap kondisi petugas berlanjut pada malam hari. Nurhidayah kembali menemui relawan dan anggota MPA untuk mendengarkan kendala yang mereka hadapi selama operasi pemadaman. Dalam pertemuan itu, muncul sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari oksigen, tenaga medis, hingga tambahan logistik.
Menanggapi masukan tersebut, Nurhidayah langsung meminta Tim Reaksi Cepat (TRC) PMI Kobar bergabung dengan posko lapangan pemerintah daerah di Tanjung Harapan. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pendampingan medis kepada petugas yang membutuhkan penanganan selama menjalankan tugas pemadaman.
Dukungan terhadap operasi karhutla juga melibatkan masyarakat desa penyangga. Pada Jumat (23/10/2026) pagi, Nurhidayah meninjau dapur umum di Desa Sekonyer yang turut membantu memenuhi kebutuhan konsumsi petugas dan relawan di lapangan.
"Penyediaan makanan menjadi tantangan tersendiri karena lokasi pemadaman berada cukup jauh dari permukiman. Makanan untuk kebutuhan pagi, siang, dan malam diantar sekaligus, mengingat perjalanan menuju titik penanganan dapat mencapai 3 hingga 5 kilometer," kata dia.
Nurhidayah mengatakan, pemerintah pusat telah memberikan dukungan personel dan sarana prasarana untuk menangani karhutla di TNTP. Sementara itu, pemerintah daerah berupaya melengkapi dukungan sesuai kebutuhan yang ditemukan selama operasi berlangsung.
"Untuk penanganan kebakaran di TNTP ini, baik personel maupun sarana prasarana sudah memadai karena semuanya telah ditangani pemerintah pusat. Kehadiran pemerintah daerah untuk memberikan dukungan. Jika masih ada kekurangan, akan kita bantu," katanya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(sun/aau)