Maskapai NAM Air kembali memperpanjang pembatalan penerbangan dari Bandara H Asan Sampit, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, karena jarak pandang belum memenuhi persyaratan keselamatan. Pembatalan penerbangan berlaku hingga 25 Oktober 2026.
District Manager NAM Air Sampit, Harli Rahman, mengatakan keputusan pembatalan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.
"Kita secara berkala itu melakukan pembatalan sambil melihat kondisi di lapangan. Untuk saat ini pembatalan penerbangan kita lakukan sampai dengan tanggal 25 Oktober," kata Harli, Kamis (22/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Harli, keputusan membatalkan penerbangan lebih awal bertujuan memberikan kepastian kepada calon penumpang. Dengan demikian, mereka tidak perlu datang ke bandara hanya untuk menunggu kondisi yang belum memungkinkan pesawat beroperasi.
"Kepastian tersebut juga diharapkan membantu penumpang menyusun ulang rencana perjalanan. Penumpang yang terdampak dapat mengurus perubahan jadwal atau pengembalian dana tiket sesuai ketentuan yang berlaku di maskapai," katanya.
Meski penerbangan dihentikan sementara, petugas NAM Air tetap bersiaga di Bandara H Asan Sampit untuk melayani kebutuhan penumpang,
"Petugas loket tiket biasanya mulai bersiap sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB," katanya.
Gangguan penerbangan akibat kabut asap ini juga berdampak pada maskapai lain yang melayani rute dari Sampit. Melalui akun resmi Bandara H Asan Sampit, Lion Air Group menginformasikan pembatalan penerbangan Wings Air rute Sampit-Surabaya dan Super Air Jet rute Sampit-Jakarta pada 21-23 Oktober 2026.
Calon penumpang Wings Air dan Super Air Jet yang terdampak diminta segera menghubungi pihak maskapai atau petugas terkait untuk mendapatkan informasi mengenai perubahan jadwal, penanganan tiket, serta kepastian penerbangan berikutnya.
