Sudah lima hari, operasi Salvage dimulai pemilik KM Virgo Transport 8. Operasi pertama yang dilakukan ialah SAR Salvage yakni pencarian sisa korban.
Pencarian dilakukan dengan cara penyelam memasuki seluruh area kapal tanpa berpacu pada waktu. Namun, diakui Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping (VKS), Simson Rihi, ada kendala pada pencarian korban.
"Dalam sehari kami bisa bekerja hanya satu sampai dua jam setengah, karena arus membuat badan kapal bergetar. Kami tidak takut pada gelombang, namun pada arus," ujar Simson, Selasa (20/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simson menjelaskan, para penyelam yang diturunkan tidak lagi membawa tabung oksigen. Melainkan menyelam dengan mengandalkan tali, sehingga arus menjadi faktor utama dalam penyelaman kali ini.
Ia berharap, cuaca selama beberapa hari ke depan bisa terus cerah dan tidak berarus. Sehingga operasi SAR Salvage bisa terus dilakukan dan bisa lanjut pada tahapan operasi salvage berikutnya.
Simson menyebut operasi SAR Salvage akan memakan waktu paling lama 30 hari. Namun apabila cuaca bersahabat maka diharapkan bisa berjalan dengan cepat.
Kini, sembari melakukan operasi SAR Salvage, pihaknya juga melakukan pembersihan bahan kimia pada area kapal. Di antaranya pembersihan tumpahan oli, minyak dan beberapa area tertentu pada kapal.
Pembersihan difokuskan pada dua bagian kapal, yakni bagian lumbung dan per palka. Sehingga dalam beberapa hari ini, penyelam juga berusaha untuk membersihkan area-area yang nantinya akan dimasuki untuk menyusuri korban-korban yang tersisa.
Pembersihan itu, menurut Simson, penting untuk dilaksanakan agar nantinya tidak mengganggu pandangan penyelam saat mencari para korban yang tersisa. Hingga kini, pihaknya juga akan terus melakukan pencarian untuk memastikan tak ada korban tersisa di dalam kapal saat proses salvage dilakukan.
"Kami mohon waktu, ini perlu waktu lagi untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi korban di dalam kapal. Baru nanti tahapan selanjutnya salvage," pungkasnya.
