Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati permukiman Palangka Raya, Kalimantan Tengah, membuat petugas Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) harus mengorbankan waktu istirahat. Petugas bahkan rela tak tidur demi memadamkan api.
Tak sedikit muncul permintaan pemadaman ketika petugas baru saja kembali dari tugas. Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan, Yudo Shekti Mutiko, mengatakan petugas tidak mungkin mengabaikan permintaan warga, terutama ketika titik kebakaran berada dekat permukiman.
"Kadang-kadang kan sudah pulang dipanggil juga, apalagi ya kalau kebakaran itu sudah dekat-dekat pemukiman, kita dimintai bantuan, enggak mungkin kita diam saja," ujar Yudo, Senin (12/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yudo menceritakan, ada petugas yang baru menyelesaikan pemadaman pada waktu magrib dan pulang untuk beristirahat. Namun, warga kembali mendatangi mereka untuk meminta bantuan karena kebakaran belum sepenuhnya tertangani.
Petugas pun kembali bergerak dan melakukan pemadaman hingga pukul 01.00 WIB. Belum sempat beristirahat, mereka kembali menerima permintaan bantuan dari warga dan harus kembali berjibaku dengan api sampai menjelang pagi.
"Pulang pemadaman magrib lalu didatengin warga, akhirnya apa? Mereka pergi, nggak jadi istirahat, pergi padam sampai jam 01.00 malam. Terus tahu-tahu ada yang datang lagi minta bantuan lagi, jadi mereka nggak jadi pulang lagi, padam lagi sampai jam 05.00 subuh, baru pulang," kata Yudo.
Situasi tersebut bukan tanpa alasan. Ketika api mendekati kawasan tempat tinggal warga, penanganan harus segera dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam keselamatan masyarakat.
"Catatan penanganan karhutla Manggala Agni di Kota Palangka Raya pada 8-9 Oktober 2026 juga memperlihatkan aktivitas pemadaman yang berlangsung hingga dini hari," ujarnya.
Petugas Manggala Agni Kemenhut terus berjuang memadamkan api hingga malam dan subuh di Palangka Raya. (dok Manggala Agni) |
Kemudian pada Kamis (8/10), petugas memadamkan kebakaran di Jalan Mahir Mahar, tepatnya di samping Green House, mulai pukul 19.20 WIB hingga 19.56 WIB.
Pada malam yang sama, tim kembali melakukan pemadaman di Jalan Talawang, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut. Penanganan dimulai pukul 22.28 WIB dan berlangsung hingga pukul 01.00 WIB.
Upaya pemadaman berlanjut pada Jumat (9/10) dini hari di kawasan Jalan Mahir Mahar, Kelurahan Sabaru. Petugas mulai bekerja pukul 03.30 WIB dan baru menyelesaikan penanganan pada pukul 05.34 WIB.
Yudo menegaskan, Manggala Agni akan merespons ketika masyarakat membutuhkan bantuan, terlebih jika kebakaran menimbulkan kekhawatiran api merembet ke permukiman.
"Kalau udah warga minta tolong sementara takut satu kampung kebakaran, jadi Manggala Agni turun langsung," tegasnya.
Di tengah ancaman karhutla, respons cepat petugas menjadi salah satu upaya untuk mencegah api meluas. Bagi warga yang khawatir kebakaran mengancam rumah mereka, kehadiran petugas di lapangan menjadi harapan agar api segera dapat dikendalikan.

