Badan Pusat Statistik (BPS) RI merilis Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026. Dikutip detikEdu, salah satu sorotan yang ada di bidang pendidikan berkaitan soal jenjang pendidikan terakhir masyarakat Indonesia, rata-rata 11,35 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki ijazah.
Sementara itu untuk lima provinsi di Kalimantan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara masih di atas rata-rata nasional. Kalimantan Barat memiliki persentase tertinggi dari empat provinsi lainnya, yakni 17,94%.
Tamat sekolah dijelaskan sebagai kondisi ketika seseorang telah menyelesaikan pelajaran yang ditandai dengan lulus ujian akhir pada kelas atau tingkat akhir suatu jenjang pendidikan. Seseorang bisa dinyatakan tamat sekolah jika ia sudah memiliki Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) atau ijazah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan persentase menurut provinsi, penduduk di wilayah Kalimantan Barat masih memiliki tantangan terkait hal ini. Kalimantan Barat menduduki posisi kelima sebagai provinsi dengan persentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki ijazah.
Di atas Kalbar, ada Papua Pegunungan dengan persentase tertinggi se-nasional yakni 52,37%, Papua Tengah 36,48%, Papua Selatan 20,86%, dan Gorontalo 20,83%.
Khusus wilayah Kalimantan, di bawah Kalbar ada Kalimantan Selatan. Sebanyak 12,75% penduduk Kalsel berusia 15 tahun ke atas tidak mempunyai ijazah. Disusul Kalimantan Utara dengan 11,82%, Kalimantan Tengah 7,93%, dan Kalimantan Timur 5,88%.
Jika diurutkan, berikut ini persentase penduduk berumur 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai ijazah berdasarkan provinsinya:
Papua Pegunungan: 52,37%
Papua Tengah: 36,48%
Papua Selatan: 20,86%
Gorontalo: 20,83%
Kalimantan Barat: 17,94%
Nusa Tenggara Barat: 17,70%
Nusa Tenggara Timur: 16,23%
Jawa Timur: 15,05%
Sulawesi Barat: 15,02%
Jawa Tengah: 14,81%
Kepulauan Bangka Belitung: 14,37%
Sulawesi Selatan: 13,99%
Kalimantan Selatan: 12,75%
Papua Barat: 12,27%
Lampung: 11,97%
Sumatera Selatan: 11,93%
Kalimantan Utara: 11,82%
Bengkulu: 11,70%
Sumatera Barat: 11,04%
Jambi: 10,75%
Sulawesi Tenggara: 10,43%
Bali: 9,91%
Sulawesi Utara: 9,46%
Maluku Utara: 9,33%
Jawa Barat: 8,79%
DI Yogyakarta: 8,46%
Riau: 8,41%
Papua Barat Daya: 8,40%
Kalimantan Tengah: 7,93%
Sulawesi Tengah: 7,15%
Banten: 7,02%
Papua: 6,81%
Sumatera Utara: 6,59%
Kepulauan Riau: 5,88%
Kalimantan Timur: 5,88%
Maluku: 5,84%
Aceh: 5,45%
DKI Jakarta: 2,76%
(Rata-rata Nasional/Indonesia: 11,35%)
Publikasi ini dirilis pada Senin (5/10/2026) lalu. Statistik Kesejahteraan Rakyat memotret kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia terbaru.
Sumber data utama dalam publikasi ini berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026. Setidaknya ada lima indikator yang disampaikan, dari kependudukan dan keluarga; kesehatan; pendidikan; ketenagakerjaan; serta taraf hidup dan perumahan.
