Jika Asap Masih Pekat di Palangka Raya, Ujian Semester Digelar Online

Jika Asap Masih Pekat di Palangka Raya, Ujian Semester Digelar Online

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 06 Okt 2026 16:30 WIB
Kabut asap Palangka Raya.
Kabut asap Palangka Raya/Foto: Dok. Istimewa
Palangka Raya -

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Kota Palangka Raya. Dinas Pendidikan (Disdik) terus mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Di tengah keluhan sejumlah orang tua siswa terkait efektivitas belajar dari rumah dan pendampingan anak, Disdik memastikan proses evaluasi siswa tidak akan terganggu. Jika kondisi asap masih tebal, ujian semester tetap dilaksanakan secara online. Kepala Disdik Palangka Raya, Jayani mengatakan penilaian siswa hingga ujian semester tetap berjalan meski pembelajaran dilakukan dari rumah.

"Untuk ujian tetap dilaksanakan secara online jika asap masih terjadi selama Oktober dan November. Sebelum PJJ ini diterapkan, kami sudah mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan guru bagian kurikulum untuk mengikuti workshop pembelajaran PJJ yang efektif," kata Jayani, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembekalan kepada kepala sekolah dan guru dilakukan agar pelaksanaan PJJ saat ini lebih terarah dan tidak mengulangi berbagai kendala yang pernah terjadi pada pembelajaran jarak jauh sebelumnya.

"Kami tekankan agar kualitas pembelajaran PJJ saat ini jauh lebih terarah dan bagus dibandingkan pengalaman masa lalu," ujarnya.

Jayani menegaskan, evaluasi PJJ menjadi penting untuk memastikan penyampaian materi, kebutuhan peserta didik hingga hasil belajar tetap menjadi perhatian. PJJ tidak hanya menjadi langkah untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap, tetapi juga harus mampu menjaga keberlangsungan proses pendidikan.

"Namun, Disdik Palangka Raya juga mulai mencari alternatif agar pembelajaran tidak terus bergantung pada PJJ apabila kondisi kabut asap berlangsung dalam waktu lama," ujarnya.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penyediaan ruang kelas aman asap di sekolah. Konsep ini diharapkan memungkinkan siswa tetap belajar secara tatap muka dengan risiko paparan asap yang lebih rendah.

"Kami mengkaji apakah satuan pendidikan bisa menyediakan ruangan aman asap, seperti menutup ventilasi jendela menggunakan kain basah dan menyiagakan kipas angin agar asap tidak masuk. Beberapa sekolah swasta bahkan menyatakan siap jika opsi ini dibuka," jelas Jayani.

Meski demikian, penerapan ruang kelas aman asap menghadapi kendala, khususnya pada sekolah dasar negeri. Berdasarkan identifikasi di lapangan, mayoritas bangunan SD negeri di Palangka Raya masih menggunakan ventilasi kawat terbuka. Kondisi tersebut membuat asap lebih mudah masuk ke ruang kelas sehingga diperlukan penyesuaian sarana dan prasarana.

Disdik bersama para kepala bidang dan satuan pendidikan masih mengkaji berbagai strategi untuk menghadapi kondisi tersebut. Tujuannya agar perlindungan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas, tanpa mengesampingkan hak mereka untuk memperoleh pembelajaran dan mengikuti ujian.

"Dengan demikian, selama kabut asap masih tebal dan kondisi belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, pelaksanaan ujian siswa tetap diarahkan menggunakan sistem online," pungkasnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads