Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan masih menemui tantangan sulit. Salah satunya masalah cuaca yang belum juga turun hujan.
"Artinya tantangan kita menanggulangi karhutla masih sangat tinggi dan tidak mudah. Sesuai prediksi BMKG hujan alami di beberapa tempat baru akan hadir di akhir Oktober, bahkan ada awal November dan akhir November," ungkap Menhut dalam kunjungannya di Rumah Runding Restorari di Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Rabu (30/9/2026).
"Ini adalah tantangan kita bersama. Tahun lalu rasanya lebih pekat asapnya ketimbang tahun ini yang ada di puncak El Nino," sambungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski belum sepenuhnya membaik, ia memberikan pujian kepada jajaran Forkopimda Riau karena berhasil geser dari urutan pertama ke posisi buncit. Raja Juli menyampaikan rasa syukur karena dapat berkumpul tanpa kabut asap.
"Alhamdulillah kita di sini bisa duduk dengan enak, segar, tanpa masker. Tetapi saudara-saudara kita di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, bahkan Sumsel hotspot masih naik," kata Raja Juli.
"Sekarang saya kira pakar nasional maupun internasional yang sempat berinteraksi dengan saya sedang puzzling, kebingungan mencari jawaban kenapa di Riau biasanya urutan nomor satu, tapi alhamdulillah sekarang urutan nomor buncit, terakhir dari hotspot yang ada," paparnya.
Baca artikel selengkapnya di sini.
