Jumlah Hotspot di Kalteng Turun 72 Persen, Terkini Ada 37 Titik

Jumlah Hotspot di Kalteng Turun 72 Persen, Terkini Ada 37 Titik

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 29 Sep 2026 19:31 WIB
Sebaran hotspot di wilayah Indonesia, Selasa (29/9/2026). (Dok BMKG)
Foto: Sebaran hotspot di wilayah Indonesia, Selasa (29/9/2026). (Dok BMKG)
Palangka Raya -

Jumlah sebaran hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalimantan Tengah disebut sudah mengalami penurunan. Berdasarkan data terbaru Kementerian Kehutanan melalui Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), jumlah hotspot di Kalteng turun dari 134 titik menjadi 37 titik dalam sehari.

Artinya, terjadi penurunan sebanyak 97 titik atau sekitar 72,4% dibandingkan sehari sebelumnya. Data ini disampaikan Kementerian Kehutanan dalam siaran pers pada Selasa (29/9/2026).

Hotspot Kalteng Turun 97 Titik

Data sebaran hotspot di Indonesia Senin (28/9/2026). (Dok Kemenhut)Data sebaran hotspot di Indonesia Senin (28/9/2026). (Dok Kemenhut)

Kalteng menjadi salah satu provinsi prioritas pengendalian karhutla oleh Kemehut. Setelah mengalami peningkatan hingga mencapai 523%, per Senin (28/9/2026), Kemenhut mencatat penurunan hospot terbesar di Kalteng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Minggu (27/9), masih terdeteksi 134 hotspot high confidence di Kalteng. Sehari kemudian, jumlahnya berkurang menjadi 37 titik. Jumlah hotspot berkurang 97 titik atau mencapai 72,4%.

Meskipun mengalami penurunan, Kalteng masih menjadi salah satu wilayah prioritas, disusul Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Dalam siaran persnya, Kementerian Kehutanan menyebut operasi tetap diperkuat di wilayah yang mengalami peningkatan maupun masih memiliki aktivitas hotspot tinggi, termasuk Kalteng.

Dari enam provinsi prioritas, jumlah hotspot high confidence secara keseluruhan turun dari 204 menjadi 162 titik, berkurang 42 titik atau sekitar 20,6 persen. Sumatera Selatan justru mengalami kenaikan dari 29 menjadi 96 titik, sedangkan Jambi meningkat dari 5 menjadi 25 titik.

Sementara Kalimantan Selatan juga ikut mengalami penurunan dari 25 menjadi 4 titik, Kalimantan Barat dari 11 titik menjadi nihil, dan Riau tetap nihil.

Kalteng Masih Tetap Waspada

Walaupun tercatat turun, angka hotspot bukan berarti jumlah kejadian kebakaran di satu wilayah. Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi oleh satelit, bukan jumlah kejadian kebakaran. Pemantauan dilakukan menggunakan data satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.

Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu tiap indikasi yang muncul masih perlu diverifikasi melalui groundcheck atau pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran.

BMKG sebelumnya mencatat El Nino berada pada kategori sangat kuat dan kondisi ini membuat atmosfer semakin kering, potensi karhutla pun dapat meningkat. BMKG juga menyebut September 2026 masih menjadi salah satu fase kritis karhutla.

Bahkan dalam pemantauan 10 hari hingga 21 September 2026, Kalteng tercatat sebagai provinsi dengan akumulasi hotspot high confidence tertinggi sebanyak 5.283 titik, disusul Sumatera Selatan 1.485 titik dan Kalimantan Barat 1.357 titik.

Dalam perkembangan berikutnya, BMKG masih menemukan hotspot high confidence di wilayah Kalimantan. Hingga 24 September, terdapat 215 titik di Kalimantan, sementara sebaran asap masih terpantau di sejumlah wilayah termasuk Kalimantan Tengah.

Karena itu, penurunan menjadi 37 hotspot pada 29 September menjadi kabar baik, namun tetap harus dipantau. Kementerian Kehutanan saat ini menyiagakan 61 unit armada udara, terdiri dari 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk water bombing.

Semoga berbagai upaya dari masyarakat dan pemerintah dapat segera berbuah baik di Kalimantan maupun daerah lain di Indonesia.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads