Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Rakyat Indonesia (DPD ORI) Kalimantan Selatan resmi dilantik. Pelantikan ini menjadi awal baru perjalanan ORI dalam mendengarkan seluruh aspirasi dan pendapat rakyat.
Ketua Umum ORI Andi Gani Nena Wea menjelaskan bahwa kepengurusan di Kalsel diisi oleh orang-orang dengan latar belakang advokat, pengusaha, eks petinggi Kejaksaan Tinggi, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan.
"Karena itu setelah dilantik ini, kami minta untuk segera bekerja, turun ke tengah masyarakat, serta memberikan pendampingan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi rakyat," ujar Andi Gani, Selasa (29/9/2026) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi menyebut ORI harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Dirinya ingin membangun organisasi yang solid, dekat dengan masyarakat, dan mampu memberikan pelayanan serta pendampingan bagi rakyat.
Menurutnya, kekuatan ORI justru terletak pada keberagaman anggotanya. Karena itu, para pengurus di daerah diminta memanfaatkan pengalaman dan jaringan yang dimiliki untuk memperkuat kerja-kerja sosial, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat.
"Jangan jadikan perbedaan latar belakang sebagai sekat. Justru keberagaman profesi dan pengalaman ini harus menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan-persoalan yang mereka hadapi," tegas Andi Gani.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP ORI Ferri Nuzarli menegaskan ORI dibangun dengan semangat pengabdian kepada masyarakat.
"Kita akan mengawal seluruh kebijakan pemerintah terhadap rakyat. Kalau memang ada kebijakan yang dianggap merugikan rakyat, maka ORI akan mengaspirasikan suara-suara rakyat untuk ikut menyelesaikan permasalahan," kata Ferri.
Ketua DPD ORI Kalsel Sulkan mengakui menyampaikan tekad memperluas jaringan organisasi hingga ke berbagai pelosok Kalimantan Selatan. Ia menyebut ORI harus hadir bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah.
"Kami ingin mengibarkan bendera ORI hingga ke Buntu, Motamaru, Kamalong, Tapin, Kanalau, dan seluruh pelosok Bantaan," tutur Sulkan.
Sulkan menyadari membangun struktur organisasi dari tingkat dasar bukan pekerjaan mudah. Namun, ia optimistis pengalaman para pengurus dan komitmen bersama dapat menjadi modal untuk menggerakkan ORI agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
