Kepala Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, Heri Purnomo memastikan peralatan untuk operasi salvage sudah mulai dipersiapkan oleh perusahaan asuransi. Bahkan disebutkan bahwa peralatan itu sudah ada di Singapura.
"Dipastikan peralatannya dari Singapura, peralatannya sudah tersedia," kata Heri, Senin (28/9/2026) malam.
Adapun peralatan yang tersedia di Singapura antara lain crane barge atau tongkang derek dan main boom. Dia pun menyebut operasi salvage bisa segera dilaksanakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri menjelaskan bahwa saat ini, pihak asuransi pelayaran P&I (Protection and Indemnity) sudah melakukan rapat pertemuan dengan sejumlah unsur SAR. Di sana, pihak asuransi menyampaikan bahwa telah menunjuk mitra untuk melaksanakan operasi salvage.
"Sementara ini kandidat yang ditunjuk perusahaan asuransi dari luar negeri. Dari Amerika dan Inggris," sebut Heri.
Dirinya mengungkapkan bahwa sempat memberikan saran agar mitra yang ditunjuk dalam pelaksanaan salvage mengutamakan mitra lokal atau yang terdekat. Agar proses salvage bisa segera dilaksanakan, namun pihak asuransi memilih mitra dari luar negeri dengan sejumlah alasan.
"Pihak owner mendorong agar yang ditunjuk menangani salvage dari lokasi terdekat untuk mempercepat pelaksanaannya, tapi dari pihak P&I lebih senang memilih dari luar karena lebih lengkap peralatannya," ujar Heri.
Sementara itu, pihak perusahaan asuransi juga sudah menunjuk mitra lokal sebagai pelaksana operasi salvage. Adapun mitra yang ditunjuk ialah Jasalindo yang sejak hari pertama sudah terlibat dalam operasi SAR.
"Mitra lokal pelaksanaan salvage ada mitra lokalnya, dari Jasalindo kalau tidak salah. Mereka dari awal sudah mengawal kegiatan ini dan sudah memberikan data data kondisi kapal sejak hari pertama," tutur Heri.
Kini, ia berharap operasi salvage bisa dilaksanakan kurang dari waktu satu minggu sejak pertemuan itu digelar. Sebab, saat ini operasi salvage sedang menunggu peralatan pendukung dari Singapura bisa tiba di lokasi.
"Menunggu peralatan dari Singapura mudahan kurang dari satu minggu peralatan salvage ini tiba dan bisa dilaksanakan operasinya," tutup Heri.
