Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta kawasan bekas proyek Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) yang terdeteksi memiliki konsentrasi titik panas tinggi mendapat pengawasan lebih ketat. Langkah pencegahan dinilai penting agar hotspot tidak berkembang menjadi karhutla.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan keberadaan hotspot belum dapat langsung diartikan sebagai kebakaran. Namun, kondisi tersebut tetap harus diantisipasi, terutama ketika titik panas terdeteksi dalam jumlah besar pada kawasan tertentu.
"Kalau saran saya Pemda sana lebih baik melakukan pre-wetting aja, pembasahan aja," kata Edy, Senin (28/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Edy, pembasahan dapat menjadi salah satu langkah pencegahan untuk menjaga kawasan yang masih memiliki potensi panas agar tidak berkembang menjadi titik api atau fire spot.
"Kalau masih hotspot-hotspot kan sebaiknya dijaga, disiram, pembasahan lah supaya nggak terjadi fire spot (titik api). Kalau hotspot kan masih titik panas," ujarnya.
Perhatian terhadap kawasan bekas Food Estate mengemuka setelah analisis Pantau Gambut periode 1-14 September 2026 menunjukkan konsentrasi hotspot yang cukup besar di wilayah tersebut.
"Pantau Gambut mencatat terdapat 77.311 titik panas di Kalteng selama periode tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 31.022 titik atau sekitar 40,1 persen terdeteksi berada di lima blok bekas area Food Estate," katanya.
Blok C menjadi kawasan dengan jumlah deteksi hotspot terbanyak, yakni mencapai 18.082 titik. Data tersebut menunjukkan adanya konsentrasi hotspot pada kawasan tertentu yang perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan karhutla.
Meski angkanya tinggi, hotspot merupakan hasil deteksi anomali panas oleh satelit dan tidak otomatis menunjukkan jumlah kejadian kebakaran. Pantau Gambut juga menekankan perlunya pemeriksaan dan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi serta penyebab sebenarnya di lokasi.
"Data tersebut dihimpun dari sejumlah instrumen satelit, dengan sekitar 61 persen deteksi berasal dari VIIRS, 32 persen dari SNPP, dan 8 persen dari MODIS. Sekitar 90 persen deteksi berada pada tingkat confidence nominal," katanya.
Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak hanya menunggu sampai api muncul. Kawasan dengan konsentrasi hotspot tinggi perlu dipantau, termasuk memastikan kondisi lahan tetap basah sehingga potensi hotspot berkembang menjadi kebakaran dapat ditekan.
Langkah pembasahan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan di tengah penanganan karhutla Kalteng yang masih berlangsung. Pemerintah dan tim gabungan sebelumnya juga memperkuat pengendalian melalui operasi darat, patroli udara, water bombing hingga Operasi Modifikasi Cuaca.
"Dengan kondisi tersebut, keberadaan hotspot di bekas kawasan Food Estate menjadi perhatian tersendiri. Pemeriksaan lapangan tetap diperlukan untuk memastikan apakah deteksi panas tersebut berkaitan dengan kebakaran serta menentukan langkah penanganan yang tepat," pungkasnya.
