Beruang Hitam Muncul di Kebun Sawit, Serang Warga Kobar Saat Panen

Kalimantan Tengah

Beruang Hitam Muncul di Kebun Sawit, Serang Warga Kobar Saat Panen

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 27 Sep 2026 20:02 WIB
Korban serangan beruang hitam di Kotawaringin Barat mengalami luka-luka. (dok Istimewa)
Foto: Korban serangan beruang hitam di Kotawaringin Barat mengalami luka-luka. (dok Istimewa)
Kotawaringin Barat -

Aktivitas memanen sawit di Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), berubah menjadi momen menegangkan. Seorang warga diserang beruang saat berada di kebun pada Minggu (27/9/2026) siang.

Korban diketahui bernama Yana (25). Ia diserang seekor beruang hitam ketika sedang melakukan aktivitas panen sawit di kawasan Jalan RA Kartini RT 003/RW 001.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat sedang bekerja di kebun, korban tiba-tiba didatangi satwa liar tersebut dari arah belakang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan berlangsung cepat hingga Yana mengalami luka pada bagian paha kiri akibat gigitan beruang. Pergelangan tangan kanannya juga mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Usai diserang, korban mendapatkan pertolongan sebelum kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani penanganan medis. Kapolsek Pangkalan Lada Polres Kotawaringin Barat AKP Suharto Sudarno membenarkan adanya kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu.

"Iya, benar," ujar Suharto membenarkan adanya warga yang diserang beruang.

Berdasarkan informasi awal, beruang yang menyerang Yana berjumlah satu ekor. Satwa tersebut disebut merupakan beruang hitam.

"Belum diketahui secara pasti keberadaan beruang tersebut setelah menyerang korban. Penanganan di sekitar lokasi menjadi perhatian untuk mengantisipasi satwa kembali muncul dan membahayakan warga," katanya.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi warga yang beraktivitas di kawasan perkebunan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan satwa liar.

Terlebih, aktivitas manusia di kawasan perkebunan yang berdekatan dengan habitat satwa dapat memicu pertemuan yang berujung konflik.

"Petugas terkait diharapkan dapat melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi," pungkasnya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads