Memori Baik dan Doa dari Keluarga Antar Tuti ke Peristirahatan Terakhir

Kalimantan Selatan

Memori Baik dan Doa dari Keluarga Antar Tuti ke Peristirahatan Terakhir

Khairun Nisa - detikKalimantan
Jumat, 25 Sep 2026 16:31 WIB
Isak Tangis Iringi Pemakaman Tuti, Korban KM Virgo dari Banjarmasin. (Khairun Nisa/detikKalimantan)
Foto: Isak Tangis Iringi Pemakaman Tuti, Korban KM Virgo dari Banjarmasin. (Khairun Nisa/detikKalimantan)
Banjarmasin -

Isak tangis keluarga iringi pemakaman korban Kapal Virgo Transport 8 asal Banjarmasin, Tuti. Keluarga beserta teman-temannya mengantarkan Tuti ke peristirahatan terakhir.

Tuti dikenal sebagai anak yang selalu ceria dan pekerja keras hingga mampu memberi kedua orang tuanya tempat tinggal. Kepergian Tuti untuk selamanya tentu mengagetkan keluarga.

"Sangat tidak menyangka, dia tulang punggung keluarga. Memberikan kami rumah, sangat baik dia," ujar sang ibu, Verawati, Jumat (25/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sifat anak kedua Verawati yang ceria itu membuat keluarga tak pernah resah atau melihat ada kejanggalan dalam pertemuan terakhir. Tuti kala itu pamit hanya untuk pergi bekerja ke Surabaya. Tak disangka perpisahan itu untuk selamanya.

Verawati masih ingat betul betapa bahagianya Tuti saat menelpon keluarga dan bercerita telah membeli oleh-oleh untuk sanak saudara. Siapa sangka, ternyata Tuti tak pernah sampai ke rumah. Hanya kabar duka yang sampai ke keluarga.

"Menelpon saya, hari minggu dia bilang sudah di sini (Banjarmasin). Tapi subuhnya tidak ada kabar lagi, dan paginya dapat kabar kalau kapalnya tenggelam," tutur Verawati.

Sejak hari Minggu (13/9) mendengar kabar kapal yang ditumpangi putrinya tenggelam, Verawati tak pernah tenang. Ia terus menunggu kabar dari sang putri, menanti teleponnya berdering dengan nama Tuti terpampang.

Verawati terus memanjatkan doa dan harapan agar putrinya ditemukan dengan selamat. Namun, harapan itu perlahan meredup, ia justru mendapat kabar Kamis (24/9) bahwa ada jenazah yang mirip dengan ciri fisik putrinya.

"Pagi jam 10 dikabari, sangat terkejut, masih tidak menyangka," kata Verawati.

Sementara sang kakak, Dana juga masih terlihat syok. Ia merasa semua hal yang didengarnya tentang Tuti hanyalah mimpi. Dana merasa Tuti masih ada di sekitarnya. Ia masih merasa raga Tuti masih bisa dipeluknya.

Dana harus menerima kenyataan sang adik yang dulu selalu ada untuknya kini telah berpulang ke pangkuan Rab-nya. Dana hanya bisa mengenang momen terakhir keduanya saling bertegur sapa secara daring.

"Video call kita, dia bilang beli oleh-oleh buat mama, buat semuanya, buat keluarga lain juga. Dia sangat perhatian, dan memikirkan keluarga," ujar Dana.

Saat dihubungi pihak medis terkait ciri fisik sang adik, Dana langsung meyakini bahwa adiknya sudah ketemu.

"Di telepon itu sekitar jam 10. Disebutkan ciri-ciri jenazah, memang itu ciri adik saya. Kita sekeluarga sudah yakin itu memang Tuti, adik saya, bagian keluarga kita," tuturnya.

Keluarga berusaha mengikhlaskan Tuti yang telah pergi untuk selamanya. Namun segala kenangan baiknya tak pernah dilupakan, terangkai indah bersama doa-doa dari mereka yang mengenalnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads