Balikpapan Mulai Diguyur Hujan Intensitas Lebat Meski Waktunya Singkat

Kalimantan Timur

Balikpapan Mulai Diguyur Hujan Intensitas Lebat Meski Waktunya Singkat

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Jumat, 25 Sep 2026 14:31 WIB
Hujan lebat dengan durasi singkat kembali mengguyur sebagian wilayah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Ary Nindita Intan RS)
Foto: Hujan lebat dengan durasi singkat kembali mengguyur sebagian wilayah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Ary Nindita Intan RS)
Balikpapan -

Hujan dengan intensitas lebat kembali mengguyur sebagian wilayah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kondisi tersebut berlangsung dalam durasi relatif singkat dan tidak merata ke seluruh titik kota.

Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan hujan ini diinisiasi oleh pertumbuhan awan di wilayah sekitar Timur Laut Balikpapan yang bergerak ke arah Barat.

"Hujan tidak sepenuhnya terjadi di seluruh wilayah Balikpapan. Intensitas yang dihasilkan oleh awan hujan ini masuk dalam kategori hujan lebat-sangat lebat, namun durasinya terbilang singkat," ujar Huda kepada detikKalimantan, Jumat (25/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Huda menyebut guyuran hujan ini dapat membantu membersihkan udara yang tercemar akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meskipun tidak seluruhnya terurai.

"Hujan membantu membersihkan udara yang tercemar karhutla di lokasi, namun tidak seluruhnya, karena beberapa partikel telah bercampur dan menjadi bagian dari gas rumah kaca yang dapat mempercepat perubahan iklim itu sendiri," ulasnya.

Kondisi ini belum dapat menjadi penanda bahwa Balikpapan memasuki periode musim hujan. Durasi dan cakupan awan relatif terbatas sehingga dikategorikan sebagai hujan lokal.

"Setelah hujan hari ini, Balikpapan belum tentu langsung memasuki periode musim hujan. Hujan dapat kembali terjadi bersifat secara lokal," kata Huda.

Fenomena serupa masih dapat terjadi tergantung pada kondisi dinamika atmosfer. Pembentukan awan hujan juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer lainnya.

"Hujan lokal dapat kembali terjadi tergantung dengan kondisi dinamika atmosfer yang mendukung. Misalnya apakah suhu muka lautnya cukup hangat, pola anginnya memenuhi, atau adanya gelombang ekuatorial aktif seperti gelombang Rossby, Kelvin, dan Madden-Julian Oscillation (MJO)," jelas Huda.

Setelah hujan reda, kondisi cuaca di Balikpapan berpotensi cerah. Pertumbuhan awan hujan yang bersifat lokal membuat tutupan dan umur awannya relatif terbatas.

"Hujan yang terjadi di Balikpapan bersifat lokal, sehingga tutupan awan dan umur awannya sendiri tidak cukup besar. Oleh karenanya setelah hujan akan kembali ke kondisi cerah," pungkasnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads