Proyek Pengendalian Banjir di Balikpapan Terkendala Pipa Jaringan Gas

Kalimantan Timur

Proyek Pengendalian Banjir di Balikpapan Terkendala Pipa Jaringan Gas

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Kamis, 24 Sep 2026 20:30 WIB
Proyek pengendalian banjir di Kota Balikpapan.
Proyek pengendalian banjir di Kota Balikpapan. Foto: Ary Nindita Intan/detikKalimantan
Balikpapan -

Pengerjaan proyek pengendalian banjir di Jalan DI Panjaitan, Balikpapan Tengah, mengalami kendala teknis telah terjadi gangguan pada pipa air dan jaringan gas (jargas) sejak Selasa (22/9). Pengerjaan proyek sempat tertunda akibat kendala tersebut.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PU Balikpapan Jen Supriyanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola jargas dan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) sejak awal pekerjaan. Koordinasi tersebut mengingat keberadaan jaringan utilitas di area proyek.

"Kami sebenarnya sudah mengantisipasi melalui koordinasi dengan pihak jargas. Namun, kendala teknis tetap terjadi di lapangan," ujarnya, Kamis (24/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jen menyampaikan pemasangan gorong-gorong pada pengerjaan proyek pengendalian banjir telah rampung dan memasuki proses pengerukan agregat. Namun, sementara perbaikan difokuskan pada jargas.

"Sebenarnya pengerjaan dapat langsung dilanjutkan ke tahap pengerukan agregat, tapi karena ada insiden, jadi bisa molor," kata Jen.

Perbaikan jaringan pipa air masih berlangsung. Sementara perbaikan jargas di lokasi tersebut masih menunggu ketersediaan suku cadangan atau spare part untuk penyambungan.

"Untuk jaringan pipa PDAM saat ini pekerjaannya sedang dalam proses. Sedangkan jargas sendiri terdapat kendala karena kami masih menunggu spare part untuk penyambungan," ucapnya.

Jen memastikan tahapan pekerjaan proyek dapat kembali dilanjutkan setelah perbaikan jaringan utilitas selesai. Sesuai jadwal, pekerjaan dilanjutkan pada tahap pengerukan agregat dan peninggian badan jalan secara bertahap.

"Harusnya kalau tidak ada kendala jargas, tinggal melanjutkan pekerjaan. Untuk peninggian jalan ini targetnya di satu dan dua sisi dibagi dalam empat pekerjaan agar jalan bisa dilintasi kendaraan setengah," ulasnya.

Proyek pengendalian banjir bernilai kontrak Rp 7 miliar ini memiliki masa kerja 192 hari kalender, terhitung sejak 14 September 2026 hingga 31 Desember 2026. Hingga saat ini, progres fisik pengerjaan telah mencapai sekitar 42 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026.

"Total panjang pekerjaan mencapai hampir 160 meter, ada 40 meter dan 104 meter. Semoga perbaikan ini dapat mengatasi persoalan genangan yang selama ini terjadi di kawasan Jalan DI Panjaitan," pungkasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads