Padi Kaltim Terdampak Kekeringan, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Luar

Padi Kaltim Terdampak Kekeringan, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Luar

Riani Rahayu - detikKalimantan
Selasa, 22 Sep 2026 17:30 WIB
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara Musadzin Said
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara Musadzin Said/Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan
Samarinda -

Kekeringan berkepanjangan mulai berdampak pada produksi padi di Kalimantan Timur (Kaltim) hingga mengurangi penyerapan beras lokal oleh Bulog. Kondisi tersebut membuat stok beras Kaltim harus ditopang pasokan dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Jawa Timur (Jatim).

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara Musadzin Said mengatakan musim kemarau panjang membuat sebagian lahan pertanian mengalami kekeringan. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tanaman padi hingga hasil panen petani.

"Memang saat ini ada El Nino, musim panas atau kekeringan yang berkepanjangan. Ini juga memengaruhi hasil panen daripada petani," ujar Musadzin kepada detikKalimantan di Samarinda, Selasa (22/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musadzin mengatakan dampak kekeringan cukup terasa terhadap lahan pertanian di Kalimantan. Tanaman padi yang masih dalam masa pertumbuhan berisiko terdampak ketika lahan mengalami kekeringan berkepanjangan.

"Ini mengurangi serapan kami dalam rangka menjaga stok kita di Kalimantan," katanya.

Berkurangnya serapan produksi lokal membuat Bulog tidak dapat hanya mengandalkan beras yang berasal dari Kaltim. Menurut Musadzin, produksi daerah belum mampu mencukupi kebutuhan stok yang harus disiapkan Bulog.

"Kalau mengandalkan serapan dari Kalimantan Timur sendiri itu pasti jelas tidak cukup," tegasnya.

Untuk menutupi kebutuhan tersebut, Bulog melakukan pemerataan stok dari daerah dengan produksi beras lebih tinggi. Sulsel dan Jatim menjadi dua daerah yang memasok beras ke Kaltim karena lokasinya relatif dekat.

"Kita diuntungkan karena daerah-daerah produksi itu dekat dengan Kalimantan Timur, yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Secara Bulog nasional dilakukan pemerataan stok sehingga kami mendapatkan stok dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur," jelasnya.

Pasokan beras dari luar Kaltim selanjutnya masuk ke gudang Bulog untuk memperkuat cadangan yang tersedia. Beras tersebut nantinya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan penyaluran Bulog kepada masyarakat.

Musadzin menyebut sekitar 16 ribu ton beras dari luar daerah diperkirakan masuk untuk memperkuat ketersediaan hingga akhir 2026. Sementara stok beras Bulog yang tersedia saat ini khusus di wilayah Kaltim berada di kisaran 10 ribu ton.

"Adapun untuk wilayah kerja Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara yang mencakup Kaltim dan Kalimantan Utara, stok diproyeksikan mencapai sekitar 13 ribu ton hingga akhir 2026," imbuhnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads