Hujan akhirnya turun di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah setelah kemarau panjang memperparah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hujan deras mengguyur Kota Nanga Bulik dan wilayah sekitarnya pada Senin (21/9/2026) malam.
Turunnya hujan langsung disambut warga yang lega setelah sehari-hari beraktivitas dengan asap. Mereka juga berharap asap yang menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah segera menipis dan hilang.
Bagi warga, guyuran hujan menjadi angin segar setelah kabut asap dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi udara yang sebelumnya terasa kurang nyaman juga diharapkan membaik setelah hujan turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa syukur diucapkan Ruslan Igo, salah seorang warga Nanga Bulik. Ia mengaku bersyukur melihat hujan turun dengan cukup deras. Ia pun berdoa hujan tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
"Alhamdulillah, akhirnya hujan turun juga. Semoga kabut asap ini bisa segera hilang dan udara kembali bersih," harap Ruslan, Senin malam.
Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti wilayah Nanga Bulik dalam beberapa hari terakhir cukup mengganggu. Selain membuat udara tidak nyaman untuk dihirup, asap juga membuat jarak pandang saat beraktivitas di luar rumah menjadi terbatas.
Karena itu, hujan yang turun pada Senin malam dinilai menjadi harapan baru bagi warga. Selain berpotensi membantu membersihkan udara dari asap, hujan juga diharapkan dapat membasahi lahan yang masih berpotensi terbakar.
"Saya berharap intensitas hujan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan agar titik-titik api karhutla yang memicu kabut asap di wilayah Lamandau dan sekitarnya bisa benar-benar padam total," doanya.
Warga pun berharap turunnya hujan menjadi awal membaiknya kondisi udara di Nanga Bulik. Mereka masih menanti hujan lanjutan untuk memastikan ancaman asap akibat karhutla benar-benar mereda.
