Titik panas atau hotspot karhutla di Kalimantan Tengah melonjak signifikan. Berdasarkan pemantauan SiPongi hingga Sabtu (19/9/2026) pukul 23.59 WIB, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalteng mencapai 1.035 titik.
Angka itu meningkat 869 titik dibandingkan pemantauan Jumat (18/9/2026) yang mencatat 166 hotspot. Dengan demikian, jumlah hotspot di Kalimantan Tengah mengalami kenaikan sekitar 523 persen hanya dalam waktu satu hari.
Data tersebut disampaikan Kementerian Kehutanan melalui sistem pemantauan SiPongi yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan peningkatan hotspot paling signifikan di antara enam provinsi prioritas pengendalian karhutla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hotspot Nasional Naik Jadi 1.323 Titik
Secara nasional, jumlah hotspot juga mengalami kenaikan. Tercatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi mencapai 1.323 titik hingga Sabtu (19/9) pukul 23.59 WIB. Jumlah itu bertambah 777 titik dibandingkan data sehari sebelumnya yang tercatat 546 hotspot. Artinya, hotspot nasional meningkat sekitar 142 persen dalam satu hari. Berikut sebaran hotspot high confidence di enam provinsi prioritas pengendalian karhutla per Sabtu (23.59 WIB)
- Kalimantan Tengah: 1.035 titik
- Sumatera Selatan: 112 titik
- Kalimantan Barat: 107 titik
- Kalimantan Selatan: 55 titik
- Jambi: 14 titik
- Riau: 0 titik
Perlu diingat bahwa hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas lahan yang terbakar. Hotspot mengindikasikan anomali suhu permukaan yang dideteksi satelit. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot sehingga setiap indikasi tetap perlu diverifikasi melalui pengecekan lapangan atau groundcheck.
Pengendalian Karhutla Diperkuat di Kalteng
Kemenhut memaparkan peningkatan jumlah hotspot membuat Kalimantan Tengah menjadi fokus utama penguatan operasi pengendalian karhutla. Penanganan juga melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan relawan.
Selain operasi darat, pengendalian karhutla turut didukung operasi udara, termasuk patroli udara, water bombing, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Berdasarkan infografis operasi modifikasi cuaca dari BMKG, terdapat 318 operasi modifikasi cuaca. Untuk wilayah Kalimantan, rinciannya meliputi:
- Kalimantan Tengah: 15 operasi untuk pembasahan gambut dan penanganan karhutla
- Kalimantan Barat: 1 operasi pengurangan curah hujan untuk penanganan bencana dan 22 operasi pembasahan gambut serta penanganan karhutla
- Kalimantan Selatan: 2 operasi pengurangan curah hujan untuk penanganan bencana dan 10 operasi pembasahan gambut serta penanganan karhutla
- Kalimantan Timur: 2 operasi pembasahan gambut dan penanganan karhutla, 3 operasi pengisian waduk, 4 operasi pengurangan curah hujan untuk infrastruktur, serta 1 operasi untuk sektor pertambangan
Jarak Pandang Palangka Raya Sempat 350 Meter
Peningkatan karhutla juga perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi kondisi udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan. Dalam siaran pers Kementerian Kehutanan pada Minggu (20/9), disebutkan bahwa jarak pandang di Palangka Raya sempat turun hingga sekitar 350 meter pada Sabtu (19/9) pagi. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas penerbangan.
Jarak pandang kemudian berangsur membaik, tetapi pengaruh asap masih terpantau. Kementerian Kehutanan menyebut kondisi jarak pandang dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, hujan, serta perkembangan kebakaran.
Dalam keterangannya, Kementerian Kehutanan mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Bagi detikers yang menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran dapat melaporkannya kepada Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.
