Asap karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Warga menyebut kondisi kali ini berbeda dibanding sekitar sepekan lalu.
Jika sebelumnya asap yang pekat pada pagi hari mulai berkurang menjelang siang, kini asap disebut bertahan lebih lama hingga keesokan harinya. Kondisi tersebut dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk Kotawaringin Lama dan Arut Utara. Asap terutama dirasakan semakin pekat pada sore hari.
"Seminggu yang lalu pagi hari pekat, menjelang siang mulai hilang. Kalau sekarang dari pagi ketemu pagi, asapnya makin parah," kata Rogmal, warga Kotawaringin Lama, Minggu (20/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rogmal mengatakan, kondisi asap paling terasa saat sore hari. Ketika asap turun, matanya terasa pedih. Keluhan mengenai kondisi asap juga disampaikan Agik, warga Arut Utara. Ia mengatakan wilayah Pangkut yang sebelumnya tidak terlihat berasap kini terasa berbeda.
"Kemarin di Pangkut asap tidak kelihatan. Sekarang sudah parah, asapnya terasa," kata Agik.
Kondisi asap tersebut dirasakan warga ketika aktivitas karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kobar. Asap dari kebakaran kemudian terlihat dan dirasakan masyarakat di beberapa kawasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi asap masih terasa. "Kalau tidak ada keperluan penting, jangan keluar rumah. Kalau keluar, gunakan masker," ujar Hardino.
Hardino juga mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing selama terpapar asap. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan asap.
Sementara itu, kondisi asap di sejumlah wilayah Kobar masih menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap penanganan karhutla terus dilakukan sehingga kondisi asap dapat segera berkurang dan aktivitas masyarakat kembali normal.
