Buaya sekitar 4,4 meter ditangkap tim SAR gabungan setelah diduga menerkam warga di perairan Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur. Korban diketahui bernama Aji Jumadak (60) yang mengalami luka gigit di bagian kaki.
Koordinator Penyelamatan, Evakuasi dan Investigasi Damkar Kutim Abdul Muis mengatakan buaya tersebut diduga menerkam Aji di kawasan Gang Durian, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu (19/9). Beruntung, korban selamat dalam kejadian tersebut.
"Buaya itu memang diduga sudah melakukan terkaman sama warga. Alhamdulillah warga yang diterkam ini dalam keadaan selamat," kata Abdul Muis saat dikonfirmasi, Sabtu (20/9/2026).
Abdul mengatakan korban mengalami luka pada bagian kaki akibat sambaran atau gigitan buaya. Saat kejadian, korban disebut sedang memperbaiki pipa alkon yang digunakan untuk menyedot air dari sungai.
"Kalau untuk korban itu diduga hanya di bagian kaki yang dapat sambaran, saat sedang memperbaiki alkon. Kebetulan korban mengambil air di sungai," ujarnya.
Menurutnya, korban bisa selamat karena ruang gerak buaya saat melakukan serangan terbatas. Buaya tersebut disebut sempat terganjal ban sehingga tidak dapat melakukan serangan secara leluasa.
"Karena buaya itu terganjal sesuatu di situ. Jadi untuk ruang penyambaran yang luas itu enggak bisa dia. Jadi hanya sedikit yang dia bisa lakukan, jadi kaki itu tadi yang diterkamnya," jelasnya.
Setelah kejadian tersebut, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara tim SAR gabungan melakukan penelusuran untuk mencari keberadaan buaya. Buaya akhirnya ditangkap pada Minggu (20/9) dini hari.
Abdul menjelaskan proses penangkapan dilakukan tim SAR gabungan bersama warga setempat menggunakan alat tradisional. Buaya tersebut terlebih dahulu dilumpuhkan dengan cara disetrum, kemudian diikat dan dievakuasi ke daratan.
"Disetrum, habis itu dilakukan pengikatan, baru ditarik, diangkat ke darat, baru diikat moncongnya supaya lebih aman," ungkapnya.
Abdul memastikan buaya tersebut tidak dibunuh. Saat ini kondisi buaya masih sehat dan berada di Mako Damkar Kutim.
"Buaya itu kondisi sekarang masih dalam keadaan sehat, dalam keadaan bagus," katanya.
Untuk penanganan selanjutnya, pihak Damkar Kutim masih berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Provinsi Kaltim. Buaya tersebut rencananya akan dipindahkan ke tempat penangkaran di kawasan Teritip, Balikpapan.
"Untuk posisi buaya dengan ukuran 4,40 meter itu sekarang ada di Mako Damkar. Kami masih berkoordinasi dengan pihak BPSPL provinsi. Direncanakan buaya tersebut kita antar ke penangkaran buaya yang di Balikpapan, di daerah Teritip," pungkasnya.
Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"
(sun/aau)