Samarinda Darurat Kabut Asap: AQI 183, Sekolah PJJ 3 Hari

Samarinda Darurat Kabut Asap: AQI 183, Sekolah PJJ 3 Hari

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 17 Sep 2026 12:00 WIB
Indeks Kualitas Udara di Kota Samarinda pada Rabu (16/9).
Indeks Kualitas Udara di Kota Samarinda pada Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Kementerian Lingkungan Hidup
Samarinda -

Kabut asap akibat karhutla mulai dirasakan dampaknya oleh warga Samarinda, Kalimantan Timur. Untuk sementara, Pemerintah Kota Samarinda menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dan mengalihkannya menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, yakni 17-19 September 2026, menyusul kondisi kualitas udara di Samarinda dan sekitarnya yang memburuk akibat kabut asap karhutla.

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda Nomor 400.3.5/9187/100.01/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Samarinda. Sebelumnya BPBD Kota Samarinda melaporkan sekitar 382,93 hektare lahan di Samarinda terbakar hingga September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kualitas Udara Samarinda Tidak Sehat

Memburuknya kualitas udara juga jadi salah satu pertimbangan utama dalam mengalihkan pembelajaran tatap muka. Dalam surat edaran tersebut, Disdikbud Samarinda menyebut kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Samarinda dan wilayah sekitarnya semakin memburuk akibat kabut asap karhutla.

Pada pemantauan IQAir pukul 09.00 waktu setempat, Kamis (17/9/2026), kualitas udara Samarinda tercatat pada AQI US 183 atau masuk kategori Tidak Sehat (Unhealthy). Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5, dengan konsentrasi mencapai 101,4 mikrogram per meter kubik.

Dalam skala AQI⁺ US yang digunakan IQAir, kualitas udara dibagi menjadi beberapa kategori, yakni:

0-50: Baik (Good)

51-100: Sedang (Moderate)

101-150: Tidak sehat bagi kelompok sensitif (Unhealthy for Sensitive Groups)

151-200: Tidak sehat (Unhealthy)

201-300: Sangat tidak sehat (Very Unhealthy)

301-500: Berbahaya (Hazardous)

Samarinda sendiri berada di angka 183 yang artinya masuk dalam kategori Tidak Sehat. Namun angka yang berbeda ditunjukkan oleh laporan Kementerian Kehutanan (ispu.kemenlh.go.id/) yang menunjukkan angka 153, tetapi juga menempatkan kualitas udara di Kota Samarinda dalam status Tidak Sehat.

Kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari pemantauan Kementerian Kehutanan, yaitu:

Baik: 0-50

Sedang: 51-100

Tidak Sehat: 101-200

Sangat Tidak Sehat: 201-300

Berbahaya: >300

Adapun PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil dengan diameter 2,5 mikrometer atau kurang. Ukurannya yang kecil itu memungkinkan partikel masuk jauh ke dalam saluran pernapasan ketika terhirup.

PJJ Bisa Diperpanjang, Menunggu Evaluasi

PJJ di Samarinda untuk sementara diberlakukan sampai 19 September 2026. Tetapi rentang waktu ini bisa diperpanjang setelah evaluasi dan monitoring.

Disdikbud Samarinda menyatakan evaluasi akan dilakukan dengan memperhatikan perkembangan kualitas udara terkini. KBM tatap muka dapat kembali dilaksanakan apabila kondisi udara dinilai memungkinkan.

Sebaliknya, masa PJJ dapat diperpanjang apabila kualitas udara masih belum mendukung kegiatan belajar di sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Keputusan mengenai perpanjangan PJJ maupun kembalinya pembelajaran tatap muka akan disampaikan lebih lanjut sesuai arahan Wali Kota Samarinda. Masyarakat khususnya para siswa diminta untuk tidak keluar rumah jika tidak diperlukan dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads