Sebaran titik panas atau hotspot di Kalimantan masih tinggi per Rabu (16/9/2026). Peta BMKG mencatat 4.056 hotspot di Kalimantan berdasarkan pemantauan satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA-20 pada pukul 00.00-15.00 WIB.
Namun di tengah tingginya jumlah hotspot, data Kementerian Kehutanan menunjukkan kabar baik. Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) justru menurun di sejumlah provinsi Kalimantan.
Dalam siaran pers Kemenhut pada Rabu (16/9/2026), hotspot high confidence di Kalimantan Tengah turun menjadi 266 titik dari sebelumnya 689 titik. Di Kalimantan Barat, jumlahnya turun dari 203 menjadi 43 titik, sedangkan Kalimantan Selatan turun dari 112 menjadi 72 titik. Meski begitu, operasi pengendalian karhutla tetap diperkuat karena kondisi di lapangan masih dinamis.
4.056 Hotspot di Kalimantan
Berdasarkan peta sebaran hotspot yang dirilis BMKG, dari 4.056 titik yang terpantau di Kalimantan, 3.987 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, 56 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan 13 titik tingkat kepercayaan rendah.
Kalimantan juga menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak dalam beberapa hari terakhir. Sebagai pembanding, Sumatera tercatat 1.930 titik, Papua dan Maluku 1.386 titik, Sulawesi 1.285 titik, Jawa 311 titik, dan Nusa Tenggara 269 titik.
Angka di atas merupakan hasil pembacaan satelit pada Rabu (16/9/2026) pukul 00.00-15.00 WIB. Hotspot sendiri merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang dideteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran.
Kalteng dan Kalbar Alami Penurunan
Data Kementerian Kehutanan dalam rilis persnya melaporkan penurunan cukup besar di dua provinsi Kalimantan. Kalimantan Tengah mencatat 266 hotspot high confidence, turun 423 titik dari pemantauan sebelumnya yang mencapai 689 titik. Sementara Kalimantan Barat turun 160 titik, dari 203 menjadi 43 hotspot.
Adapun di Kalimantan Selatan, hotspot high confidence turun dari 112 menjadi 72 titik atau berkurang 40 titik. Secara nasional, jumlah hotspot high confidence juga turun menjadi 1.037 titik, berkurang 400 titik dari sebelumnya.
Selain di Kalimantan, perhatian pemerintah juga tertuju pada Sumatera Selatan dan Jambi yang mengalami peningkatan hotspot high confidence. Sumatera Selatan tercatat 245 titik, naik dari 116 titik, sedangkan Jambi mencapai 62 titik dari sebelumnya 9 titik.
Operasi Karhutla dan Cuaca Terus Dipantau
Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah, salah satunya dengan menyiagakan 53 armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk water bombing, sedangkan 19 lainnya untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pada 15 September 2026, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kapal JMSDF JS Kunisaki beserta tiga Helikopter CH-47 Chinook di Mempawah, Kalimantan Barat yang akan digunakan untuk memadamkan karhutla di Kalimantan Barat.
Selain hotspot, PM2,5, sebaran asap, cuaca, curah hujan, arah angin, dan jarak pandang juga turut dipantau. Kementerian Kehutanan dalam rilis resminya juga kembali melaporkan sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan yang masih mengalami kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Untuk itu, bagi masyarakat yang tinggal di Kalimantan sebaiknya tetap menggunakan masker ketika keluar rumah dan hindari aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan. Semoga artikel ini bermanfaat, tetap jaga kesehatan!
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(sun/des)