KM Virgo Terus Bergeser, Basarnas Libatkan Ahli dari Hongkong dan Amerika

KM Virgo Terus Bergeser, Basarnas Libatkan Ahli dari Hongkong dan Amerika

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Rabu, 16 Sep 2026 23:59 WIB
Basarnas memberikan keterangan terkait update pencarian korban KM Virgo Transport 8
Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarmasin -

Penanganan KM Virgo Transport 8 melibatkan tenaga ahli dari Hongkong dan Amerika Serikat. Pelibatan ahli tersebut untuk mendukung proses salvage yang dinilai membutuhkan teknologi dan keahlian khusus.

Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii menyebut tindakan salvage merupakan proses yang tidak mudah. Karena itu, tim ahli perlu dilibatkan agar proses tersebut dilakukan secepat mungkin.

"Kita berupaya secepat sehingga tidak hanya melibatkan warga lokal, tapi kita juga menghadirkan tenaga ahli dari luar negara Indonesia. Yang hari ini hadir adalah dari Hongkong dan Amerika," ujarnya, Rabu (16/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tersebut perlu dilakukan segera karena posisi kapal terus berubah. Kapal yang sebelumnya diperkirakan masih mengapung pada kedalaman 21 meter, kini bergeser hingga berada di kedalaman sekitar 29 meter.

"Proses salvage ini tidak mudah dan kami tidak ingin berlama-lama. Karena makin hari ada pergeseran-pergeseran kapal, dari yang sebelumnya masih mengapung dengan kedalaman 21 meter, bisa bergeser sekarang di kedalaman 29 meter," kata Syafii.

Selain tenaga ahli dari luar negeri, ahli dari Indonesia juga akan dilibatkan sebagai proses pembelajaran dari tindakan salvage.

"Kita juga melibatkan ekspert dari Indonesia sebagai proses pembelajaran. Karena teknologi sekarang masih dimiliki oleh mereka (ahli luar negeri) dan mereka sudah memiliki sertifikasi internasional," ungkapnya.

Dalam pelaksanaan operasi, Basarnas menggunakan SAR Map yang dikeluarkan Basarnas Command Center sebagai dasar penyusunan pola pencarian. Hasil pemetaan itu kemudian akan ditindaklanjuti pembagian sektor.

"Operasi ini diawali dengan hasil SAR Map yang dikeluarkan oleh Basarnas command center. Dari sinilah nanti akan dijabarkan atau ditindaklanjuti untuk memanfaatkan potensi yang tergelar ini kemudian dibagi menjadi sektor-sektor," ulas Syafii.

Pembagian sektor dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian agar bisa dimanfaatkan sesuai sasaran operasi. Sistem tersebut juga mempertimbangkan berbagai faktor dalam mendukung kegiatan di lapangan.

"Karena pastinya sasaran operasi ingin segera optimal, segera dilaksanakan dan menghasilkan hasil yang optimal," katanya.

Basarnas berharap dukungan tenaga ahli dan penerapan sistem pemetaan dapat membantu mempercepat penanganan Kapal Virgo. Selain itu mengoptimalkan operasi pencarian korban.

"Mudah-mudahan dari aplikasi yang sudah pasti dibuat oleh yang ahlinya, bisa diaplikasikan dan mendukung dalam operasi ini," ucap Syafii.

Sementara itu, operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari penuh tanpa henti. Meskipun terdapat keterbatasan waktu operasi sehingga pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing sarana.

"Sesuai aturan pasti dilaksanakan selama tujuh hari 24 jam bagi sarana secara nonstop. Tapi seperti pesawat, tentunya pasti ada keterbatasan. Pagi beroperasi jam berapa dan sore akan dihentikan jam berapa," pungkasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads