Perairan Masalembo menjadi perbincangan setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Kapal rute Surabaya-Banjarmasin itu membawa 243 penumpang dan dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum hilang kontak.
Hingga Senin (14/9/2026), Basarnas dan tim gabungan masih melakukan pencarian. Data terbaru menyebut 108 orang telah diselamatkan, enam meninggal dunia dan 129 lainnya masih dicari.
Lokasi KM Virgo 8 pun kembali mengingatkan publik karena reputasi perairan Masalembo yang punya sejarah mencekam. Kawasan ini bahkan dikenal dengan istilah Segitiga Bermuda Indonesia karena rentetan kecelakaan kapal dan pesawat udara yang terjadi di Masalembo.
Tampomas II hingga Virgo Transport 8
Salah satu tragedi paling awal yang membuat nama Masalembo terkenal adalah saat tenggelamnya KMP Tampomas II pada 27 Januari 1981. Kapal milik Pelni itu berlayar dari Jakarta menuju Ujung Pandang, Sulawesi.
KMP Tampomas II tenggelam setelah terbakar. Kebakaran pertama kali terjadi pada malam 25 Januari 1981 setelah kapal berada di Laut Jawa. Api kemudian menjalar dan membuat kapal akhirnya karam di sekitar Kepulauan Masalembo.
Kapal membawa lebih dari 1.000 penumpang terdaftar dan 82 awak kapal. Jumlah korban tewas diperkirakan 431 orang, sementara 753 orang berhasil diselamatkan. Sebagian korban lainnya dinyatakan hilang.
Tragedi tersebut bukan semata-mata disebabkan kondisi laut. Kebakaran menjadi awal mula kecelakaan, di mana terjadi kebocoran bahan bakar dan percikan api sebagai pemicu. Puluhan tahun kemudian, kecelakaan lain terjadi di Masalembo.
Pada 29 Desember 2006, KM Senopati Nusantara mengalami musibah ketika berlayar dari Kumai menuju Semarang. Kapal tersebut membawa 628 orang, terdiri atas 542 penumpang, 57 awak kapal dan 29 sopir kendaraan. Muatannya juga banyak, ada truk, mobil, alat berat, dan sepeda motor.
Kapal kemudian hilang kontak. Kondisi cuaca juga menyulitkan operasi pencarian. Belum genap tiga hari setelah tragedi tersebut, kecelakaan lain terjadi.
Tak cuma kapal, kecelakaan pesawat juga pernah terjadi di sekitar perairan ini. Pada 1 Januari 2007, Adam Air Penerbangan 574 rute Jakarta-Surabaya-Manado hilang kontak di atas perairan yang masih bersinggungan dengan kawasan Masalembo. Pesawat Boeing 737-400 tersebut membawa 102 orang dan seluruhnya meninggal dunia.
(des/des)