BNPB Pastikan Anggaran Bencana Tak Dipangkas: Tidak Ada Batasnya

Nasional

BNPB Pastikan Anggaran Bencana Tak Dipangkas: Tidak Ada Batasnya

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 12 Sep 2026 16:29 WIB
Kepala BNPBLetjenSuharyanto dan Gubernur KaltengAgustiarSabran di PalangkaRaya. (dok Humas Pemprov Kalteng)
Foto: Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya. (dok Humas Pemprov Kalteng)
Palangka Raya -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat tidak berdampak terhadap penanganan darurat bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dukungan anggaran untuk operasi bencana disebut tetap diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi di Palangka Raya mengatakan efisiensi anggaran hanya menyasar belanja operasional rutin pemerintahan. Sementara kebutuhan penanganan bencana tetap menjadi prioritas pemerintah pusat.

"Anggaran untuk penanganan bencana itu tidak ada batasnya. Kebijakan efisiensi itu untuk belanja rutin kantor atau perjalanan dinas," kata Suharyanto dalam siaran pers yang dikutip Sabtu (12/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, seluruh kebutuhan operasional yang muncul selama penanganan bencana akan mendapat dukungan pemerintah. Satgas di lapangan diminta tidak ragu menjalankan langkah penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan.

"Untuk operasional bencana, apa pun yang dibutuhkan di lapangan, kita kerja dulu dan seluruhnya didukung penuh oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan," tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, BNPB memperkuat operasi udara untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Sejumlah helikopter water bombing disiagakan dalam kondisi standby dan serviceable untuk mendukung pemadaman di wilayah yang mengalami kebakaran.

"Armada yang disiapkan antara lain Kamov KA-32AO (UR-CSM), SA330J PUMA (N-814AR), Sikorsky S-61N (C-FIZA), serta AS 332L Super Puma (C-FPUM). Sementara sejumlah armada lainnya menjalani pemeliharaan rutin agar tetap siap digunakan dalam operasi," katanya.

Selain pemadaman dari udara, BNPB juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pesawat C206B EX (PK-FPU) milik BNPB dan pesawat CASA (A-2103) dari Kementerian Lingkungan Hidup masing-masing telah melaksanakan satu sortie untuk menyasar wilayah strategis.

"Operasi tersebut mencakup sejumlah kawasan di Kalimantan Tengah, di antaranya Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya," ujarnya.

Penguatan juga dilakukan dari sektor darat. BNPB menyalurkan tambahan logistik dan peralatan taktis ke empat wilayah prioritas, yakni Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau dan Kapuas.

"Masing-masing daerah mendapatkan 30 rol selang lempar 1,5 inci, lima nozzle jet 1,5 inci, lima konektor Y 1,5 inci, lima adaptor 1,5 inci dan dua mesin pompa khusus sumur bor. Selain itu, setiap daerah juga menerima 300 boks masker untuk mendukung perlindungan personel maupun masyarakat," pungkasnya.

Penebalan peralatan tersebut dinilai penting karena personel di lapangan menghadapi tantangan semakin jauhnya titik api dari sumber air. Dengan tambahan sarana tersebut, Satgas Darat diharapkan dapat memperpanjang jangkauan pemadaman sekaligus mempercepat penanganan api.

BNPB menegaskan dukungan penanganan karhutla akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah pusat memastikan keterbatasan anggaran rutin tidak menjadi alasan untuk mengurangi respons terhadap bencana karhutla.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads