RSUD AWS Samarinda Krisis Air Bersih, Distribusi Diatur 2 Kali Sehari

Kalimantan Timur

RSUD AWS Samarinda Krisis Air Bersih, Distribusi Diatur 2 Kali Sehari

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Kamis, 10 Sep 2026 21:59 WIB
RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Foto: Dok. Istimewa
Samarinda -

RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda mengalami keterbatasan ketersediaan air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi itu diperparah suplai air dari PDAM yang saat ini belum mencukupi kebutuhan rumah sakit.

Kepala Instalasi Humas dan PKRS RSUD AWS Samarinda, dr Arysia Andhina, menyampaikan pihak rumah sakit telah mengeluarkan imbauan penghematan dan pengaturan penggunaan air bersih di seluruh lingkungan rumah sakit.

"Distribusi air untuk sementara dijadwalkan pada pagi dan sore hari. Distribusi pagi dilakukan pukul 06.00-08.00 Wita, sedangkan distribusi sore pada pukul 16.00-18.00 Wita," ujar dr Arysia, Kamis (10/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita yang akrab disapa dr Sisi tersebut, mengatakan saat ini RSUD AWS telah memerintahkan seluruh kepala ruangan dan unit memastikan penggunaan air dilakukan secara hemat. Petugas juga diminta memeriksa keran, toilet, wastafel, shower, hingga instalasi air lainnya untuk mencegah pemborosan.

Rumah sakit juga meminta setiap kebocoran pipa, keran, toilet, tandon, maupun instalasi air lainnya segera dilaporkan agar dapat ditangani. Dalam kondisi keterbatasan air, RSUD AWS menetapkan skala prioritas distribusi untuk sejumlah unit pelayanan. Prioritas pertama meliputi CSSD, laundry, dan IBS.

"Prioritas kedua mencakup HD, laboratorium, dan IPI. Kemudian prioritas ketiga yakni Gizi Central, Gizi Paviliun, dan IRNA. Sementara prioritas keempat meliputi IGD, resusitasi, dan VK," jelasnya.

Meski menerapkan skala prioritas, rumah sakit menegaskan kebijakan tersebut bukan berarti menghentikan pelayanan. Melainkan sebagai langkah memastikan air bersih di ruangan prioritas tercukupi.

"Kebutuhan air untuk pelayanan kegawatdaruratan dan kebutuhan kritis tetap harus dipenuhi," katanya.

Sisi menambahkan saat ini pihak rumah sakit juga meminta kepala ruangan atau unit segera berkoordinasi apabila kekurangan air berpotensi mengganggu pelayanan pasien.

RSUD AWS mengingatkan seluruh petugas agar mempersiapkan kebutuhan air sebelum periode distribusi berakhir. Penggunaan air untuk kegiatan yang tidak mendesak atau masih dapat ditunda juga diminta untuk dihindari.

"Air bersih terbatas, pelayanan harus tetap berjalan," pungkasnya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads